Strategi Sedehana "Bukan Caleg" Antarkan Mas Rio Menjadi Bupati Situbondo
- 20 Feb 2025 19:14 WIB
- Jember
KBRN, Situbondo: Strategi sederhana mengantarkan Mas Rio ke kursi bupati. Sebuah banner bergambar seorang pria memakai kaos oranye mengundang perhatian masyarakat Situbondo, Jawa Timur, jauh sebelum pemilihan kepala daerah serentak 2024.
Banner itu terpasang di sejumlah titik strategis mulai dari tingkat desa hingga kota. Banner bergambar pria menyilangkan tangan di dada, dilengkapi dengan tulisan, "Bukan Caleg" dan "Situbondo Patennang" itu akhirnya menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Situbondo.
Ada yang mencibir, ada juga yang tertawa karena merasa lucu saat membacanya. Apalagi, banner itu dipasang di akhir tahun 2023, saat masa kampanye pemilihan umum legislatif (pileg). Masyarakat semakin penasaran, karena jika bukan caleg, lantas orang yang ada di banner itu akan mencalonkan sebagai apa.
"Banner dengan gambar Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang lebih dikenal dengan Mas Rio itu, strategi kami mengenalkan Mas Rio kepada masyarakat Situbondo. Karena Mas Rio ini bukan siapa-siapa di Situbondo," ujar Tim Transisi Situbondo Naik Kelas, Marlutfi Yohandinas kepada RRI di Situbondo, Kamis (20/2/2025).
Marlutfi, sebutan akrabnya mengemukakan, bahwa Mas Rio bukan seorang tokoh yang dikenal luas, bukan juga dari kalangan pengusaha atau kalangan lainnya yang dikenal masyarakat, sehingga perlu dicari strategi untuk dikenalkan kepada masyarakat Situbondo.
"Dicarilah strategi dengan memasang banner bertuliskan 'Bukan Caleg'. Banner itu dipasang pada pertengahan tahun 2023. Saat itu kan momentum kampanye caleg," beber Marlutfi.
Banner itulah yang mengenalkan Mas Rio kepada masyarakat. Saat memasuki masa tenang pada pemilihan legislatif pada14 Februari 2024, banner Mas Rio menjadi satu-satunya banner yang tidak dicopot karena bukan caleg.
"Bawaslu tidak bisa mencopot banner itu karena bukan caleg. Apalagi banner itu kan gak ada nomor, gak ada gambar parpol juga kan," ucap Marlutfi.
Setelah mengenalkan Mas Rio kepada masyarakat Situbondo melalui banner, tahapan berikutnya yakni menyukai. Mas Rio mulai turun ke masyarakat seperti mendatangi pedagang kaki lima atau pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk melakukan pendekatan.
"Tahapannya yaitu Mengenalkan, Menyukai dan Memilih. Jadi kita mengenalkan Mas Rio dulu, lalu kita membuat Mas Rio agar disukai masyarakat dan akhirnya menjadi pilihan," ungkap Marlutfi.
Saat itu, akhir tahun 2023, hasil survei popularitas Mas Rio masih sangat kecil. Jauh dari hasil survei Bupati Karna Suswandi dan wakilnya, Nyai Khoirani yang akan mencalonkan kembali pada kontestasi Pilkada Serentak, 27 November 2024.
"Wah, survei popularitasnya Mas Rio jauh sekali jika dibandingkan dengan Bupati Karna Suswandi kala itu. Kalo gak salah itu akhir 2023 dan awal 2024," ucap Marlutfi.
Warna oranye juga menjadi salah satu strategi menyusun kekuatan untuk memenangkan Pilkada Serentak 2024. Oranye merupakan lambang pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Inilah yang menjadi komitmen Mas Rio jika terpilih sebagai bupati.
"Tahu sendiri ya, Bupati Karna Suswandi saat ditetapkan menjadi calon bupati, statusnya sebagai tersangka di KPK. Kondisi ini membantu menaikkan elektabilitas Rio-Ulfiyah," ucapnya.
Warna oranye ini memang menjadi pesan almarhum ayah Mas Rio, bahwa harus menciptakan pemerintahan yang bersih ketika menjadi pemimpin. Bersih itu diidentikkan dengan baju orange yang bermakna tahanan KPK, hal itu untuk mengingatkan Mas Rio sendiri agar menciptakan pemerintahan yang bersih.
"Mas Rio ini berada di urutan ke-20 sebagai peserta calon komisioner KPK namun akhirnya gagal. Artinya apa, ia punya komitmen menciptakan pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi," ucap Marlutfi.
Gayung bersambut, akhirnya Mas Rio ditunjuk langsung oleh KHR Holil As'ad yang punya kedekatan emosional dengan Mas Rio. Dawuh Kiai Holil ini diikuti dengan dukungan dari PKB sebagai partai pengusung Rio menjadi bakal calon bupati.
"Kiai Holil ini sering berdiskusi dengan Mas Rio saat ada di Jakarta. Diskusinya ya tentang Situbondo. Bagaimana agar Situbondo maju dan masyarakatnya sejahtera," ujarnya.
Dukungan dari PKB, diikuti oleh PPP yang sudah 20 tahun tidak harmonis secara politis dengan PKB. Momentum ini akhirnya disebut sebagai bersatunya kembali kultur barat dan timur. Selanjutnya menyepakati Ulfiyah yang merupakan kader PPP untuk mendampingi Rio dalam kontestasi Pilkada Serentak 2024.
"Hasil survei kami, mayoritas masyarakat rindu akan keharmonisan kultur barat dan timur bersatu. Bersatunya kultur ini, menjadi pecut bagi kami sekaligus optimisme kami untuk memenangkan Pilkada dengan bakal calon Rio-Ulfiyah," ucapnya.
Dukungan dari partai politik terus mengalir. PDIP yang awalnya mendeklarasikan dukungan kepada pasangan petahana Karna Suswandi-Nyai Khoirani, membelot dengan megalihkan dukungan kepada pasangan Rio-Ulfiyah. Diikuti Golkar, Hanura, Nasdem dan PSI.
"Alhamdulillah, ada 35 kursi dukungan dari partai politik. Mas Rio sadar bahwa sistem politik membutuhkan dukungan dari parpol, makanya semua parpol diupayakan dirangkul. Namun sayang, masih tersisa 10 kursi parpol yang mendukung petahana yaitu Gerindra, Demokrat, Perindo, Gelora, PAN, PBB, Garuda, dan PKS," ucapnya.
Banyaknya dukungan parpol seiring dengan perolehan suara pada pelaksanaan Pilkada Serentak bagi pasangan Rio-Ulfiyah. Pasangan yang akrab disapa mas dan mbak ini meraup 202.479 suara, mengungguli pasangan calon nomor urut 2 Karna Suswandi-Nyai Khoirani dengan perolehan 188.782 suara.
"Alhamdulillah Rio-Ulfiyah menang. Dari 'Bukan Caleg', menjadi Bupati Situbondo terpilih, periode 2025-2030," imbuh Marlutfi.
Dengan mengusung visi Sotubondo Naik Kelas, Marlutfi optimistis kepemimpinan Rio-Ulfiyah yang sudah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Rabu (20/2) akan mampu mengantarkan Situbondo menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
"Naik Kelas itu akronim dari kebersamaan, adil, dan sejahtera. Kami optimistis, kepemimpinan Mas Rio dan Mbak Ulfiyah, bisa membawa Situbondo naik Kelas. Menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme," kata Marlutfi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....