Mengenal Tradisi Unik Marbinda Suku Batak Dalam Menyambut Dan Merayakan Natal

  • 21 Des 2024 23:19 WIB
  •  Jember

KBRN, Jember : Berbagai macam suku, adat, budaya dan tradisi di Indonesia selalu menjadi menarik untuk diperbincangkan. Dalam perayaan tertentu contohnya natal, banyak sekali kegiatan kental akan budaya dan tradisi yang mewarnai perayaan Natal di Indonesia. Salah satu tradisi unik dalam menyambut perayaan Natal di Indonesia salah satunya berasal dari Suku Batak di Sumatera Utara. Dilansir dari lama kemenparekraf.go.id, Marbinda dalam bahasa Batak berarti menyembelih hewan bersama-sama. Tradisi marbinda dilakukan atas kesepakatan sekelompok masyarakat yang ingin menyembelih hewan hingga menikmati hidangan bersama. Marbinda biasanya dilakukan di tanggal 24 Desember sehari menjelang puncak perayaan Natal. Selain menyambut hari Natal, ada juga masyarakat yang marbinda di momen menyambut tahun baru. Natal sendiri sudah sangat umum dan menjadi budaya dalam suku batak, dan tradisi marbinda ini sudah dilakukan secara turun temurun.

Hewan yang biasa disembelih saat marbinda adalah hewan berkaki empat seperti babi, kerbau, kuda atau sapi sesuai kesepakatan bersama. Hewan ini dibeli dari dana patungan dari beberapa keluarga yang ada dalam satu lingkungan tempat tinggal atau dalam kumpulan marga yang sama. Meski puncak dari tradisi Marbinda dilakukan pada saat perayaan Natal dan tahun baru, kenyataannya persiapan atau pengumpulan dana secara patungan sejak berbulan-bulan sebelumnya, bahkan ditabung sejak awal tahun. Awalnya masyarakat menentukan dahulu jenis hewan yang akan disembelih, untuk selanjutnya dihitung iuran tiap bulan hari marbinda tiba. Dulu, pembayaran marbinda dibayar dengan padi saat panen, tapi seiring waktu, pembayaran marbinda dihitung dengan uang. Daging hasil sembelih ini biasanya dibagi menjadi 2 kelompok, Sebagian akan dimasak bersama dan sebagian lagi dibagi dalam bentuk daging mentah. Kegiatan memasak daging bersama-sama ini disebut sebagai marhobas.

Saat marhobas, kaum lelaki akan memotong daging, dan perempuan menyediakan bumbu dapur untuk memasak bersama. Kegiatan marbinda dan marhobas akan diakhiri dengan perayaan dan makan bersama. Sewaktu acara juga ada proses ibadah yang dilakukan seperti doa bersama sebagai ucapan syukur kepada Tuhan. Dengan marbinda, Suku Batak menjaga nilai-nilai kebersamaan, keadilan, saling menghargai dan senasib sepenanggungan. Adil dan saling menghargai karena hewan yang disembelih akan dibagi secara rata kepada setiap anggota, kebersamaan dan gotong royong karena dalam proses menyembelih perwakilan setiap keluarga harus terlibat. Harus diakui tradisi marbinda sudah mulai terkikis dan semakin jarang dilakukan terutama masyarakat perkotaan. Padahal marbinda menunjukkan semangat kebersamaan dengan daging yang sedikit semua anggota kelompok harus mendapat bagian dan pembiayaan yang ditanggung bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....