Festival Egrang XII Tanoker Ledokombo: Revitalisasi Permainan Tradisional

  • 15 Des 2024 22:23 WIB
  •  Jember

KBRN,Jember: Komunitas Tanoker Ledokombo sukses menggelar Festival Egrang XII pada Sabtu (14/12/2024). Festival tahunan ini diadakan dengan semangat melestarikan permainan tradisional egrang dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam bentuk karya seni dan budaya.

Founder Tanoker, Farha Ciciek dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam menjaga tradisi lokal, khususnya permainan egrang, sekaligus menyediakan arena untuk menampilkan karya mereka dalam format festival yang meriah.

“Festival ini bukan sekadar pelestarian tradisi, tetapi juga medium bagi anak muda untuk terlibat aktif dalam merawat identitas budaya mereka. Kami ingin mengingatkan bahwa permainan tradisional seperti egrang adalah warisan berharga yang bisa menyatukan generasi,” ujar Ciciek Sabtu (14/12/2024).

Festival Egrang XII menampilkan berbagai acara menarik, mulai dari lomba bermain egrang, pawai budaya, hingga pertunjukan seni dari komunitas lokal dan sekolah-sekolah di sekitar Ledokombo.

Tidak hanya itu, festival ini juga menjadi ajang edukasi interaktif, di mana para peserta diajak untuk memahami nilai-nilai kebersamaan, ketangkasan, dan kreativitas melalui permainan tradisional.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dan penonton dari berbagai daerah. Festival Egrang XII menjadi bukti bahwa permainan tradisional masih relevan di era modern, sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas generasi mampu menjaga budaya tetap hidup dan berkembang.

Melalui Festival Egrang, Tanoker Ledokombo terus berkomitmen untuk memperkuat identitas budaya lokal, membangun rasa bangga pada warisan tradisi, dan memotivasi generasi muda untuk terus berkarya.

Permainan egrang, di sejumlah sekolah di Kecamatan Ledokombo telah dimasukkan sebagai bagian dari modul ajar kurikulum. Tanoker Ledokombo mulai tahun 2024 ini telah bekerja sama dengan PLN Peduli, Dinas Pendidikan kabupaten Jember dan berbagai pihak, juga beberapa sekolah tingkat dasar dan tingkat menengah untuk menjadikan permainan tradisi (tari) egrang bagian dari modul ajar kurikulum di sekolah.

" 12 sekolah terpilih memasukkan tari egrang ke dalam modul ajar kurikulum sekolah dalam beberapa jalur, baik sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang memilih hari sabtu sebagai hari pembiasaan permainan, atau masuk ke dalam kearifan lokal dalam P5, dan ada pula sebagai mata pelajaran muatan lokal" ujar Ciciek.

Untuk mendukung modul ajar kurikulum yang telah dipraktekkan oleh beberapa sekolah ini, festival egrang yang selama ini telah diselenggarakan tiap tahun oleh komunitas Tanoker akan digelar lagi, namun mulai tahun 2024 ini telah diubah menjadi “arena gelar karya” siswa/sekolah dalam kreasi tarian egrang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....