Reaktivasi Kereta Api Kalisat - Panarukan, Diprediksi Rampung Akhir 2029
- 10 Des 2024 17:45 WIB
- Jember
KBRN Bondowoso: Balai Teknik Perkeretaapian Surabaya akan memilih lebih awal reaktivasi jalur lintasan kereta api Kalisat-Bondowoso-Panarukan. Reaktivasi tersebut diprediksi akan rampung pada akhir akhir 2029.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso, Agung Tri Handono mengatakan bahwa studi kelayakan telah dilaksanakan pada 2022 silam. Dalam rapat Forum Group Discussion (FGD) di Surabaya beberapa waktu lalu, Detail Engineering Design (DED) atau detail perencaaan reaktivasi akan rampung pada tahun depan.
" Detail perencanaan (DIDL akan menghitung jumlah jembatan, ruas jalan yang perlu diganti, bantalan rel dan lain sebagainya, " katanya saat dikonfirmasi RRI, Selasa (10/12/2024)
Setelah DED rampung, tahapan berikutnya pada 2026 yakni sosialisasi yang diperlukan waktu setahun. Dalam sosialisasi ini akan dilakukan pembersihan jalur rel yang saat ini banyak berdiri bangunan milik warga.
Tahapan berikutnya yakni pada 2027 adalah pembersihan jalur. Dalam tahapan ini, kata Agung, Balai Perkeretaapian selaku pemilik lahan akan melakukan pengembalian fungsi jalur kereta api sebagaimana mestinya.
" Jadi nanti mereka yang menempati diajak berdiskusi kapan dia harus pindah. Kalau bangunan permanen itu kan tanahnya PJKA, " lanjutnya.
Selanjutnya, lanjut Agung, pada 2028 dijadwalkan pembangunan konstruksi yang diprediksi membutuhkan waktu sekitar 2 tahun. Sehingga berdasarkan roadmap yang dirancang, akhir 2029 jalur tersebut dinyatakan siap beroperasi untuk kemudian diserahkan pada PT. KAI sebagai pengelolanya.
Pria yang menjabat sebagai Kepala Dispendukcapil tersebut mengungkapkan bahwa Pemkab Bondowoso akan kebagian tanggungjawab ketika jalur rel telah beroperasi pada 2029 akhir nanti. Tanggungjawab dimaksud baik dari sisi penganggaran dan lain sebagainya, seperti pembangunan palang dan penjaga pintu di pintasan rel kereta api.
" Palang pintu itu yang bangun Pemkab. Makanya tanggungan Pemkab Bondowoso banyak. Saya hitung ada belasan itu, " imbuhnya.
Adapun, belasan palang pintu rel kereta api tersebar di Tamanan, Kalianyar, Tegal Mijin, Tamansari, Kampung Arab, Tenggarang, Wonosari dan beberapa titik lainnya. Dengan pembangunan palang pintu sebanyak itu, diperkirakan akan menelan anggaran Miliaran rupiah.
" Paling tidak dari awal Pemkab sudah siap-siap, " pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....