Sebanyak 126 Ribu Penumpang Gunakan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Malang

  • 29 Nov 2024 12:25 WIB
  •  Malang
KBRN, Malang : KAI Daop 8 telah menerapkan sistem Face Recognition Boarding Gate (FRBG). Sistem ini menggantikan penggunaan tiket kertas saat proses boarding demi mengurangi penggunaan limbah kertas dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Di Stasiun Malang, tercatat ada 126.521 pengguna Face Recognition periode 1 Januari hingga Oktober 2024.

Manajer Humas KA Daop 8, Luqman Arif mengatakan, keberadaan FRGB sebagai upaya komitmen KAI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan dalam berbagai operasional. Sementara itu, pada tahun 2023 terdapat 120.554 pelanggan yang telah menggunakan layanan Face Recognition Boarding Gate. Layanan Face Recognition Boarding Gate hadir di Stasiun Malang pada 12 Maret 202.

"Adanya penggunaan Face Recognition ini memiliki nilai keuntungan bagi para pelanggan maupun perusahaan. Mulai dari ramah lingkungan, juga mempercepat dan memudahkan pelanggan KA saat melakukan boarding," katanya, Jumat (29/11/2024).
Menurutnya, penerapan Face Recognition antrean, terutama saat periode ramai atau peak season, maupun momen libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 mendatang.

"Terhitung sebanyak 247.075 pelanggan yang telah menggunakan layanan Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Malang mulai Maret 2023 hingga Oktober 2024," ujarnya.

Bagi calon pelanggan yang ingin menggunakan fasilitas Face Recognition Boarding Gate ini, harus melakukan registrasi di awal yang berlaku untuk seterusnya. Calon pelanggan bisa melakukan registrasi di stasiun yang memiliki layanan FRBG dan nantinya ada petugas yang akan membantu proses tersebut.

"Selain itu, calon pelanggan juga bisa melakukan pendaftaran melalui aplikasi Access by KAI. Dengan adanya Face Recognition, pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah di gate boarding. Jika identitas diri, data tiket dan syarat lainnya telah sesuai maka secara otomatis pintu boarding akan terbuka,” kata Luqman.

Luqman juga menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan data pada fitur Face Recognition yang dipergunakan oleh KAI karena sudah mengimplementasikan sistem manajemen keamanan Informasi berstandar internasional ISO 27001 tentang Standarisasi Manajemen Keamanan Informasi.

"Data nama, NIK, dan foto pelanggan akan disimpan pada infrastruktur KAI dan hanya dipergunakan untuk proses boarding menggunakan Face Recognition Boarding Gate. Data tersebut akan disimpan dalam waktu satu tahun, setelah itu akan dihapus otomatis secara sistem," ujarnya.

Melalui inovasi ini, ia berharap KAI tidak hanya memudahkan perjalanan pelanggan, tetapi juga turut serta mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan limbah kertas yang sejalan dengan target SDGs.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....