Bandara di Flores Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Lewotobi
- 05 Nov 2024 05:13 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Bandara di wilayah Flores, termasuk Bandara Maumere, ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan penerbangan, mengingat situasi udara masih tercemar abu vulkanik. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maumere, Ota Welly Jenni Thalo, M.Si, menyampaikan bahwa abu vulkanik sangat berisiko terhadap keselamatan operasional penerbangan.
“Dampak abu vulkanik pada penerbangan sangat serius, mulai dari gangguan navigasi hingga risiko kerusakan mesin pesawat akibat suhu panas abu,” ungkap Ota dalam wawancaranya dengan RRI Ende, Senin (4/11/2024). Abu vulkanik diketahui dapat menggores kaca pesawat, mengurangi jarak pandang, serta menurunkan tekanan kabin.
Laporan pergerakan abu menunjukkan penyebaran di beberapa ketinggian berbeda. Pada ketinggian 10.000 kaki, abu bergerak ke timur dengan kecepatan 15 knot; pada 28.000 kaki, bergerak ke barat dengan 20 knot; dan di ketinggian 40.000 kaki, abu bergerak ke tenggara dengan intensitas meningkat. Perkiraan dari Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) menyatakan bahwa abu dapat bertahan hingga dua hari ke depan.
Ota menjelaskan, “Jika tidak ada aktivitas vulkanik tambahan, ruang udara diperkirakan bersih dari abu sekitar pukul 01.40 WITA hingga pukul 12.00 WITA esok.” BMKG juga akan terus memantau perkembangan hingga pukul 22.00 WITA malam ini dan memberikan informasi terbaru.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG yang disampaikan melalui WhatsApp, Instagram, YouTube, dan Facebook. Penutupan bandara diperkirakan akan berlangsung hingga kondisi udara kembali aman untuk penerbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....