Serangan Hama, Produksi Padi Manokwari Menurun Drastis
- 20 Okt 2024 14:20 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari: Keadaan sawah di Kabupaten Manokwari sedang tidak baik-baik saja. Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti Penggerek Batang, Wereng Batang Coklat, dan Walang Sangit, semakin meluas, menyebabkan penurunan hasil produksi padi di beberapa distrik utama.
Menurut data dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Papua Barat, serangan OPT ini terjadi secara sporadis di berbagai wilayah, terutama Distrik Prafi dan Sidey, yang terdampak perubahan iklim. Penyakit seperti Hawar Pelepah yang disebabkan oleh Rhizoctonia solani juga ditemukan meluas, memperburuk kondisi tanaman padi. Dalam hasil evaluasi, stok pestisida kimia untuk pengendalian OPT semakin menipis, sehingga upaya pengendalian kini berfokus pada metode ramah lingkungan dengan pestisida nabati dan agen pengendali hayati.
Serangan OPT yang tidak terkendali ini berdampak signifikan terhadap produksi padi di Kabupaten Manokwari. Hasil perhitungan dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Papua Barat menyebutkan bahwa sawah di Kampung Prafi Mulya mengalami penurunan produksi gabah kering giling, dengan rata-rata hanya mencapai 2,3 ton per hektar. Lebih lanjut, sekitar 30 hektar lahan sawah gagal panen (puso), mengakibatkan Kabupaten Manokwari kehilangan produksi beras sekitar 300 ton, atau setara dengan kerugian ekonomi sebesar Rp 3 miliar.
"Dampak serangan OPT pada musim tanam 2024 ini sangat memprihatinkan. Jika tidak segera ditangani, penurunan luasan tanam padi pada musim berikutnya mungkin terjadi karena faktor psikologis petani yang harus menghadapi biaya produksi yang semakin tinggi," ungkap Teguh Santoso, S.Hut, Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua Barat.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan langkah-langkah terpadu yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk petani, pemerintah, dan lembaga pertanian. Upaya pencegahan, pengendalian, dan pemulihan harus dilakukan secara intensif agar sektor pertanian di Manokwari dapat kembali pulih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....