PHRI Dorong Pelaku Usaha Kuliner Terapkan Standar Higienis
- 27 Okt 2025 13:11 WIB
- Cirebon
KBRN, Kuningan : Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kuningan mendukung penuh langkah Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) dalam mempercepat sertifikasi laik higiene dan sanitasi bagi para penjamah makanan.
Ketua PHRI Kuningan, Hanyen Tenggono, SH, menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri kegiatan Pelatihan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang digelar di Sangkan Resort Aqua Park, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, sertifikasi higiene bukan hanya penting bagi dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga untuk semua pelaku usaha kuliner, hotel, dan restoran yang menjadi bagian dari sektor pariwisata.
“Kami sangat mendukung program ini. Sertifikasi laik higiene dan sanitasi adalah bentuk tanggung jawab pelaku usaha kepada masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerapan standar kebersihan yang baik akan meningkatkan kepercayaan wisatawan serta memperkuat citra Kuningan sebagai daerah wisata kuliner yang aman dan sehat.
“Kuningan dikenal dengan wisata alam dan kulinernya. Kalau pengelolaannya bersih, aman, dan higienis, wisatawan akan merasa nyaman dan pasti kembali lagi,” jelasnya.
Selain itu, Hanyen juga mendorong agar pelatihan serupa dapat diperluas ke seluruh anggota PHRI dan pelaku usaha kuliner di daerah. Ia menilai edukasi tentang sanitasi dan higienitas merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas pelayanan dan reputasi pariwisata.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya untuk program pemerintah, tapi juga bisa diikuti oleh hotel dan restoran. Kebersihan harus jadi budaya bersama, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Hanyen menilai, sinergi lintas sektor antara Dinkes, HAKLI, dan PHRI menjadi langkah konkret untuk mewujudkan pariwisata kuliner yang berdaya saing tinggi. Ia juga mengajak semua pelaku usaha untuk berkomitmen menjaga kualitas makanan dan minuman yang disajikan kepada masyarakat.
“Wisata kuliner adalah etalase daerah. Kalau kita bisa menjaga mutu dan keamanan pangan, itu bukan hanya menjaga pelanggan, tapi juga menjaga nama baik Kuningan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....