Drama Final ASEAN FIFA Cup Buktikan Kuatnya Mental Timnas Indonesia
- 06 Okt 2026 17:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Ketahanan mental menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan Timnas Indonesia melewati pertandingan final yang penuh tekanan. Ketua Askab PSSI Majalengka, Asep Mulyana Muslim, melihat perjuangan hingga akhir menjadi kekuatan utama skuad Indonesia.
Pertandingan berlangsung ketat hingga masa tambahan waktu dan membuat pemain harus mempertahankan konsentrasi sepanjang laga. Indonesia sempat tertinggal sebelum mampu menyamakan kedudukan dan menentukan kemenangan melalui drama pertandingan.
“Ya betul mentalitas. Dan memang kita nonton itu upayakan sampai selesai dulu gitu,” katanya kepada RRI, Selasa, 6 Oktober 2026. Menurut Asep, sikap tidak menyerah menjadi modal penting ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Baca juga: Juara ASEAN FIFA Cup Jadi Momentum Pembinaan Pemain Muda Indonesia
Mental bertanding menjadi semakin penting ketika lawan memiliki pengalaman panjang dalam kompetisi sepak bola kawasan Asia Tenggara. Thailand selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama yang memiliki pengalaman menghadapi pertandingan bertekanan tinggi.
Asep menilai pemain Indonesia mampu menunjukkan ketahanan mental meskipun menghadapi situasi pertandingan yang sulit. Kemampuan menjaga fokus hingga peluit akhir menjadi bagian penting dari keberhasilan meraih kemenangan.
Pengalaman pertandingan tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi pemain Indonesia ketika menghadapi kompetisi internasional berikutnya. Pemain perlu membangun keberanian dan konsistensi agar mampu menghadapi tekanan pertandingan dengan lebih matang.
Menurutnya, mentalitas pemain harus dibangun melalui pengalaman bertanding dan pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan. Kompetisi domestik yang semakin kompetitif dapat menjadi ruang untuk membentuk karakter pemain sebelum memasuki level internasional.
Keberhasilan mengalahkan Thailand juga dapat meningkatkan kepercayaan diri pemain Indonesia menghadapi lawan berikutnya. Momentum tersebut perlu dijaga melalui evaluasi dan persiapan matang agar prestasi tidak berhenti pada satu turnamen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....