Juventus Krisis Cedera, Kalah 2-3 dari Jay Idzes dan Sassuolo
- 14 Sep 2026 09:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Kekalahan Juventus 2-3 dari Sassuolo dalam lanjutan Liga Serie A Italia musim 2026/27 di Stadion Mapei, Senin (14/9) dini hari WIB adalah bukti bahwa krisis cidera yang menimpa Juventus tidak main-main. Juventus sedang dihantam badai krisis cedera parah pada awal musim 2026/2027 ini, di mana sembilan pemain utama terpaksa masuk ruang perawatan.
Krisis paling krusial bagi Juventus terjadi di sektor gelandang dan lini serang, beberapa pilar penting bahkan harus absen hingga pergantian tahun. Kehilangan duet Thuram dan Locatelli secara bersamaan membuat lini tengah Juventus sangat rapuh.
Manuel Locatelli harus menepi pasca menjalani operasi meniskus lutut, dan diperkirakan akan absen mengisi lini tengah Juventus selama 4 hingga 6 bulan atau hingga awal tahun 2027. Sedangkan Khéphren Thuram, yang juga harus menjalani operasi lutut, diperkirakan baru akan kembali bermain pada Januari 2027.
Sementara itu, pemain sentral Juventus musim lalu dan musim ini, Kenan Yıldız, yang mengalami patah tulang kaki dan harus menjalani operasi, diperkirakan baru akan kembali merumput pada akhir November atau Desember 2026. Pelapis Yildiz, Jérémie Boga sayangnya juga harus menepi hingga Oktober 2026 karena mengalami cedera otot paha.
Beberapa pilar utama Juventus lainnya yang juga harus absen selama beberapa waktu adalah Weston McKennie dan Andrea Cambiaso. Nama-nama lain yang seharusnya bisa mengisi kekosongan tersebut, justru kembali menambah daftar pemain Juventus yang didera cidera.
Jeff Ekhator, Juan Cabal, dan Arkadiusz Milik juga resmi dikabarkan Juventus harus menepi dari lapangan karena harus menjalani perawatan. Akibat absennya nama-nama lokal seperti Locatelli dan Cambiaso, Spalletti mencetak sejarah di laga kontra Sassuolo dengan tidak menurunkan satu pun pemain outfield (non-kiper) berkebangsaan Italia sejak menit pertama.
Hanya kiper Guglielmo Vicario yang menjadi representasi pemain lokal di starting XI. Meskipun skuadnya compang-camping, Luciano Spalletti menegaskan agar timnya menghentikan "budaya mencari alasan" (culture of alibis).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....