Bobotoh Kolot Kuningan Bentuk Wadah Suporter Persib yang Lebih Dewasa
- 09 Jun 2026 07:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Fanatisme terhadap Persib Bandung tak selalu identik dengan hiruk-pikuk tribun stadion. Di Kabupaten Kuningan, sekelompok Bobotoh senior justru memilih menyalurkan kecintaan mereka kepada Maung Bandung melalui gerakan yang lebih luas, yakni membangun budaya suporter yang santun sekaligus merawat nilai-nilai budaya Sunda.
Semangat tersebut menjadi landasan berdirinya Bobotoh Kolot (BOBOKO) Distrik Kuningan. Komunitas yang beranggotakan pendukung Persib berusia minimal 35 tahun itu hadir tidak hanya sebagai wadah berkumpul para Bobotoh, tetapi juga membawa misi memperkuat persaudaraan lintas generasi.
Ketua BOBOKO Kuningan, Deni Hamdani, mengatakan organisasi yang dipimpinnya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun budaya suporter yang lebih positif di tengah masyarakat. "Salah satunya mengedukasi masyarakat Kabupaten Kuningan ataupun kelompok komunitas suporter lainnya agar Bobotoh maupun yang lainnya bisa lebih dewasa lagi," ujar Deni, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut dia, kehadiran Bobotoh senior diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi yang lebih muda sekaligus menjadi penengah ketika terjadi gesekan antarsuporter. "Mudah-mudahan dengan adanya BOBOKO, kita sebagai seniornya bisa mendidik adik-adiknya supaya bisa menjaga perilakunya, etikanya, supaya menjadi lebih baik lagi," katanya menuturkan.
Deni memastikan BOBOKO terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung, dengan syarat utama berusia 35 tahun ke atas. "Silakan untuk warga Kuningan yang ingin bergabung bersama BOBOKO. Kami terbuka untuk berbagai kalangan, yang terpenting syarat utamanya usia 35 tahun ke atas," katanya.
Ketua BOBOKO Pusat, Yukie Sunardjawinata, menuturkan bahwa organisasi tersebut dibentuk bukan semata-mata untuk mendukung Persib Bandung. Lebih dari itu, BOBOKO juga menjadi sarana untuk melestarikan nilai-nilai budaya Sunda di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
"Kami ingin generasi muda tahu bahwa budaya Sunda adalah warisan leluhur yang harus dijaga," kata Yukie. Ia menilai semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh yang menjadi identitas BOBOKO dapat menjadi fondasi untuk menciptakan iklim dukungan yang lebih sehat dan beradab.
Selain aktif di lingkungan suporter, BOBOKO Kuningan juga menyiapkan sejumlah kegiatan sosial yang melibatkan para anggotanya. Deni menilai komunitas tersebut dapat menjadi ruang memperkuat kondusivitas lingkungan melalui pendekatan persaudaraan.
"Tagline BOBOKO yakni silih asah, silih asih, dan silih asuh yang mengedepankan nilai persaudaraan," katanya. Menurut dia, dukungan kepada klub sepak bola harus dibarengi dengan sikap yang bijak dan bertanggung jawab.
"Pendukung harus makin dewasa dan bijak mendukung klub bola. Ini soal hati dan perasaan. Jadi kita harus berada di atas perasaan. Pendukung usia 35 tahun ke atas sangat penting menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan," ujarnya.
Karena itu, aktivitas BOBOKO tidak hanya berfokus pada sepak bola, tetapi juga diarahkan untuk memberi manfaat bagi masyarakat. "Untuk BOBOKO bukan sekadar klub bola, melainkan kebersamaan sosial lingkungan," kata Deni.
Dalam waktu dekat, BOBOKO Kuningan berencana menggelar berbagai kegiatan kebersamaan. Selain itu, mereka juga akan mengadakan aksi sosial yang melibatkan para anggotanya.
Dukungan terhadap keberadaan BOBOKO Kuningan turut datang dari aktor, penyanyi, dan komedian senior Joe P Project. Melalui video ucapan, ia berharap komunitas Bobotoh senior tersebut dapat menjadi contoh bagi generasi suporter yang lebih muda.
"Semoga BOBOKO bisa menjadi contoh dan teladan untuk para Bobotoh yang muda," ujar Joe. Ia pun mengajak seluruh anggota BOBOKO Kuningan untuk terus menjaga semangat persaudaraan sembari mendukung Persib Bandung.
"Selamat untuk deklarasinya Bobotoh Kolot Distrik Kuningan. Juarakeun Persib dan terus dukung Persib," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....