Warisan Leluhur yang Tak Lekang Zaman, Guar Bumi Tuai Apresiasi Bupati Majalengka
- 02 Okt 2026 20:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Tradisi Guar Bumi di Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi bukti bahwa warisan leluhur tetap hidup di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar ritual adat, tradisi yang diisi doa dan selawat pada Jumat, 2 September 2026 ini menjadi ruang memperkuat gotong royong sekaligus ungkapan syukur atas rezeki dan kehidupan.
Bupati Majalengka H. Eman Suherman yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi. Menurutnya, terselenggaranya Guar Bumi dengan melibatkan banyak warga mencerminkan kesadaran kolektif dan kuatnya rasa memiliki terhadap desa.
"Tidak mungkin kegiatan sebesar ini bisa terlaksana kalau tidak ada kesadaran kolektif, rasa memiliki terhadap desa, dan keinginan bersama untuk tasyakur nikmat atas perjalanan hidup," ujar Eman Suherman.
Ia menegaskan, Guar Bumi memiliki makna yang lebih luas daripada pelestarian budaya. Tradisi tersebut juga menjadi momentum memanjatkan doa agar masyarakat memperoleh keselamatan, kesehatan, kesejahteraan, serta kelancaran dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Eman berharap para petani mendapatkan hasil panen yang baik, pelaku usaha mampu mengembangkan bisnisnya, dan para pegawai dapat hidup sejahtera. Ia juga mengingatkan pentingnya mewariskan nilai penghormatan terhadap tradisi dan leluhur kepada generasi muda.
"Kuncinya adalah tasyakur. Nilai-nilai penghormatan kepada tradisi dan leluhur seperti ini harus terus dipertahankan," katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Desa Weragati, Jayus, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menyebut Guar Bumi sebagai warisan budaya yang tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga mempererat silaturahmi antar warga.
Menurut Jayus, doa bersama dalam tradisi Guar Bumi menjadi harapan masyarakat agar aktivitas pertanian dan berbagai usaha warga berjalan lancar serta membawa keberkahan. Ia berharap keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan dapat terus dipertahankan, sekaligus mendorong generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Kebanggaan serupa disampaikan Tono, salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai keberlangsungan Guar Bumi menjadi bukti bahwa masyarakat masih menjaga akar budaya sekaligus merawat kebersamaan.
Bagi warga, tradisi ini bukan hanya kesempatan untuk berdoa demi hasil pertanian yang melimpah, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong di lingkungan desa. Pelaksanaan Guar Bumi di Weragati memperlihatkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.
Pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta terjaganya kebersamaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Majalengka diharapkan terus mendukung pelestarian tradisi lokal agar kekayaan budaya daerah tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, sejalan dengan semangat mewujudkan 'Majalengka Langkung SAE'.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....