Revitalisasi Puluhan SD, Telan Anggaran Rp45 Miliar
- 29 Sep 2026 20:00 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Sebanyak 55 sekolah dasar di Kabupaten Kuningan sedang menjalani program revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp45 miliar yang bersumber dari kementerian.
- Program revitalisasi menggunakan sistem swakelola yang mengharuskan sekolah melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja dalam pengerjaan proyek.
- Keterlibatan masyarakat lokal dalam pelaksanaan proyek infrastruktur pendidikan ini mencerminkan komitmen pemberdayaan ekonomi komunitas sekaligus peningkatan kualitas fasilitas sekolah.
RRI.CO.ID, Kuningan - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan mencatat 55 sekolah dasar (SD) sedang menjalani revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp45 miliar. Program bantuan kementerian itu menggunakan sistem swakelola.
Sekolah wajib melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja dalam pengerjaan proyek. Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Kuningan, Surya mengatakan proses revitalisasi 55 sekolah masih berjalan.
Pemerintah juga menyiapkan revitalisasi untuk 38 SD lainnya. “Progres revitalisasi sudah berjalan di 55 SD. Insyaallah dalam waktu dekat akan menyusul 38 SD lagi. Sebagian besar sudah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek), tinggal lima sekolah lagi yang belum,” kata Surya saat dikonfirmasi RRI Cirebon, Selasa, 29 September 2026.
Surya mengatakan sekolah tidak boleh memborongkan pekerjaan revitalisasi kepada pihak ketiga. Sekolah harus mempekerjakan warga di sekitar lokasi pembangunan.
“Semua program revitalisasi itu tidak boleh diborongkan. Jadi, wajib mempekerjakan warga sekitar,” ujarnya.
Sekolah hanya dapat menggunakan tenaga ahli dari luar untuk pekerjaan tertentu yang membutuhkan keahlian khusus. Pemasangan struktur atap baja ringan menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan tenaga ahli tersebut.
Sekolah juga dapat menentukan material bangunan sesuai kondisi lingkungan. Pilihan material meliputi kayu, baja, atau aluminium.
Sekolah di daerah yang rawan serangan rayap, misalnya, dapat memilih material yang lebih sesuai dengan kondisi tersebut. Kementerian menentukan besaran bantuan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan.
Tingkat kerusakan yang menjadi dasar pemberian bantuan meliputi 35 persen, 45 persen, dan 60 persen. Nilai bantuan setiap sekolah bervariasi.
Anggarannya mulai dari ratusan juta rupiah hingga lebih dari Rp1 miliar. Pemerintah memberikan waktu 90 hari kepada 55 sekolah yang saat ini menjalani revitalisasi untuk menyelesaikan pekerjaan.
Sementara 38 sekolah yang akan menyusul mendapat waktu pengerjaan 75 hari. “Untuk yang sekarang pengerjaannya 90 hari. Sedangkan untuk 38 sekolah yang menyusul nanti, waktunya hanya 75 hari,” kata Surya.
Surya mengatakan sekolah dengan nilai proyek besar telah menandatangani kesanggupan menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 75 hari. Sekolah dapat menambah jumlah pekerja lokal untuk mengejar target tersebut.
| Baca juga: Bangunan SDN 2 Tugu Sliyeg Indramayu Ambruk |
Disdikbud Kuningan mengawasi pelaksanaan revitalisasi di lapangan. Kementerian menangani administrasi dan pengelolaan keuangan program tersebut.
Kabupaten Kuningan memiliki 657 SD. Jumlah sekolah yang mengikuti revitalisasi tahun ini masih jauh di bawah total sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Disdikbud Kuningan telah mendampingi 386 sekolah untuk mengajukan revitalisasi pada 2027 melalui aplikasi Takola.
“Kami sudah melakukan pendampingan untuk 386 sekolah yang diusulkan mendapat revitalisasi di tahun 2027 melalui aplikasi Takola. Semoga sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan perbaikan bisa segera tertangani semua,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....