Kawin Cai dalam Foto 3D, Pesan Menjaga Air

  • 29 Sep 2026 18:36 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Tradisi Kawin Cai Kabupaten Kuningan didokumentasikan menggunakan teknologi fotografi tiga dimensi (3D) anaglyph untuk melestarikan warisan budaya masyarakat.
  • Karya fotografi inovatif ini dipamerkan oleh Dr. Sigit Setya Kusuma dari Universitas Kuningan dalam pameran tunggal dan bedah buku di Gedung Graha Wangi.
  • Proyek dokumentasi visual ini membawa pesan penting tentang konservasi dan pentingnya menjaga kelestarian sumber mata air bagi generasi mendatang.

RRI.CO.ID, Kuningan - Tradisi Kawin Cai Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, direkam melalui fotografi tiga dimensi (3D) anaglyph. Eksperimen visual tersebut tidak hanya mendokumentasikan tradisi masyarakat yang berkaitan dengan air, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga sumber mata air.

Karya fotografi itu dipamerkan Dosen Universitas Kuningan (Uniku), Dr. Sigit Setya Kusuma, M.Sn., dalam pameran tunggal dan bedah buku di Gedung Graha Wangi Kabupaten Kuningan, Senin 28 September 2026.

Sigit menggunakan teknik 3D anaglyph untuk menghadirkan kesan ruang dan kedalaman pada foto. Pengunjung membutuhkan kacamata khusus untuk melihat efek tiga dimensi yang dihasilkan dari teknik tersebut.“Melalui karya ini, saya ingin mengajak audiens untuk tidak hanya melihat sebuah foto sebagai gambar dua dimensi, tetapi juga merasakan sebuah ruang dan kedalaman yang hadir di dalam karya fotografi,” kata Sigit.

Kawin Cai menjadi salah satu bagian penting dalam karya tersebut. Tradisi ini berkaitan dengan air dan penyatuan sumber mata air yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat Kuningan.Melalui fotografi, tradisi tersebut ditempatkan bukan sekadar sebagai objek budaya, tetapi juga sebagai pengingat mengenai hubungan masyarakat dengan sumber daya air.

Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., mengatakan fotografi memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan yang tidak selalu mudah dijelaskan melalui kata-kata.“Sebagai seorang pendidik, saya melihat bahwa karya fotografi juga dapat menjadi media pembelajaran yang sangat baik. Kita dapat belajar banyak melalui gambar, karena satu gambar dapat berbicara dan menyampaikan begitu banyak hal,” ujar Anna.

Menurut dia, pengangkatan Kawin Cai menjadi tema fotografi juga dapat membantu masyarakat memahami arti penting air bagi kehidupan.“Mudah-mudahan kita semua dapat mengambil manfaat dan semakin memahami makna penting sumber daya air bagi kehidupan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, M.MPd., yang hadir mewakili Bupati Kuningan sekaligus membuka pameran, mengatakan karya seni dapat menjadi medium untuk memperkenalkan budaya dan lingkungan kepada generasi muda.“Karya-karya seperti ini penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda. Karena melalui karya seni dan fotografi, mereka dapat belajar melihat lingkungan, budaya, serta kehidupan masyarakat dari perspektif yang lebih luas,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....