Sapi Pasundan, Plasma Nutfah Jawa Barat di Kuningan
- 29 Sep 2026 18:34 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Sapi Pasundan tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Kuningan dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah timur.
- Kecamatan Cibingbin memiliki populasi Sapi Pasundan tertinggi dengan jumlah 1.689 ekor, diikuti Cimahi 1.235 ekor.
- Sapi Pasundan merupakan plasma nutfah Jawa Barat yang masih terus dipertahankan populasinya sebagai ternak lokal unggulan.
RRI.CO.ID, Kuningan - Sapi Pasundan masih menjadi salah satu ternak lokal yang dipertahankan populasinya di Kabupaten Kuningan. Hewan yang dikenal sebagai salah satu plasma nutfah Jawa Barat itu kini tersebar di 16 kecamatan, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah timur Kuningan.
Kecamatan Cibingbin tercatat memiliki populasi Sapi Pasundan paling banyak, yakni 1.689 ekor. Berikutnya Cimahi dengan 1.235 ekor, Luragung 576 ekor, dan Ciwaru sebanyak 538 ekor.
Di sejumlah wilayah, sapi tersebut masih dipelihara dengan pola semi-intensif. Pagi sampai sore, sapi dilepas untuk mencari rumput di lahan Perhutani. Menjelang malam, ternak kembali ke kandang.
Pola itu sudah lama menjadi bagian dari kehidupan peternak. Namun, kebutuhan pakan sapi tidak selalu terpenuhi hanya dari rumput yang tersedia di lahan umbaran.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, drh. Rofiq, mengatakan kualitas pakan berpengaruh langsung terhadap kondisi tubuh dan kemampuan reproduksi Sapi Pasundan.
"Lama-kelamaan rumput di lahan umbaran akan habis atau kualitas gizinya kurang memadai. Jika sapi kekurangan gizi, dampaknya sama seperti manusia, yakni terjadi stunting atau masalah reproduksi," kata Rofiq, Selasa 29 September 2026.
Kondisi tersebut terutama berpengaruh pada sapi betina. Kekurangan nutrisi dapat membuat sapi sulit bunting meski sudah dikawinkan ataupun mendapat inseminasi buatan.
"Sapi betina yang kurang gizi akan sulit bunting meskipun sudah dikawinkan atau di-IB (Inseminasi Buatan)," ujarnya.
Untuk menjaga kondisi tubuh sapi, peternak kemudian diarahkan menyediakan pakan tambahan dari lahan sendiri. Rumput Odot dan Indigofera termasuk hijauan pakan ternak yang dianjurkan karena dapat dipanen secara berkala.
Kehadiran Puskeswan memberi akses penanganan ketika sapi mengalami gangguan kesehatan. Di sisi lain, ketersediaan pakan berkualitas tetap menjadi salah satu penentu apakah Sapi Pasundan mampu tumbuh dan berkembang biak secara baik di habitat pemeliharaannya.
Pakan tersebut diberikan ketika sapi kembali ke kandang pada malam hari. Dengan asupan nutrisi yang lebih terjamin, sapi diharapkan tetap sehat sekaligus memiliki kemampuan reproduksi yang baik.
"Hasil panen rumput berkualitas ini dijadikan pakan tambahan saat ternak kembali ke kandang di malam hari. Dengan gizi yang tercukupi, tingkat kebuntingan dan kelahirannya akan tinggi, sehingga produktivitas Sapi Pasundan tetap prima," kata Rofiq.
Sapi Pasundan bukan sekadar ternak peliharaan bagi peternak di kawasan timur Kuningan. Keberadaannya berkaitan dengan kekayaan genetik ternak lokal Jawa Barat yang perlu dipertahankan dari generasi ke generasi.
Karena itu, kesehatan dan reproduksi sapi menjadi bagian penting dalam menjaga populasinya. Di kawasan dengan populasi besar seperti Cibingbin, layanan kesehatan hewan juga ditopang UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....