WCC Balqis Cirebon Ungkap Penyebab PMI Percaya Sponsor Bodong

  • 28 Sep 2026 19:45 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kedekatan dengan sponsor, rekomendasi dari orang yang dikenal, serta dorongan ekonomi menjadi sejumlah alasan masyarakat Kabupaten Cirebon mudah percaya ketika mendapat tawaran untuk bekerja ke luar negeri. Keinginan untuk segera berangkat dan mendapatkan penghasilan membuat sebagian calon pekerja migran Indonesia (PMI) terkadang tidak terlebih dahulu mempertimbangkan proses keberangkatan serta kondisi yang akan dihadapi setelah berada di negara tujuan.

Manager Program Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis/Migrant Resources Center (MRC) Cirebon, Sa’adah, mengatakan sponsor dalam sejumlah kasus mencari calon PMI dari lingkungan yang sudah dikenal, seperti saudara atau tetangga. Kedekatan tersebut membuat tawaran pekerjaan lebih mudah dipercaya karena calon PMI merasa mendapatkan rekomendasi dari orang yang memiliki hubungan dekat dengan dirinya.

“Yang pertama sih karena memang rata-rata banyak oknum untuk kasus pekerja migran itu sponsornya memang mencari orangnya yang rata-rata orang dekat, yang kenal. Rata-rata ada yang kenal juga,” ujar Sa’adah kepada RRI, Jumat, 25 September 2026.

Baca juga: Antisipasi Masalah, Keluarga PMI Cirebon Wajib Simpan Dokumen

Ia menjelaskan, kepercayaan juga dapat muncul ketika calon PMI mendapatkan ajakan dari seseorang yang sebelumnya pernah bekerja di luar negeri dan kemudian merekomendasikan sponsor tertentu untuk mengurus keberangkatan. Kondisi tersebut membuat masyarakat cenderung mengikuti rekomendasi tersebut tanpa memastikan terlebih dahulu pihak yang akan mengurus proses keberangkatan.

“Misalnya, ‘Saya sudah pernah bekerja, kemudian ngajak, tapi kan nanti kamu itu lewat si Pak itu aja, nanti dia yang ngurusin.’ Nah, biasanya kita lihat yang rekom, gitu kan, percayanya itu satu,” kata Sa’adah.

Selain hubungan kedekatan, faktor ekonomi juga menjadi alasan masyarakat ingin segera bekerja ke luar negeri karena berharap memperoleh penghasilan dan memperbaiki kondisi kehidupan keluarga. Menurut Sa’adah, ketika tekad untuk berangkat sudah bulat, sebagian calon PMI memilih memikirkan persoalan yang akan dihadapi setelah tiba di negara tujuan.

“Memang faktor ekonomi itu sudah pasti. Orang kan biasanya kalau sudah tekadnya sudah bulat, yang penting nanti di sana bagaimana, yang penting saya berangkat dulu. Kadang-kadang kan prinsipnya begitu,” ucap Sa’adah.

Baca juga: Waspadai Modus Tawaran Menikah dengan WNA yang Berujung Eksploitasi

Sa’adah juga mengatakan terdapat calon PMI yang memutuskan bekerja ke luar negeri karena sedang menghadapi persoalan pribadi di daerah asal, seperti konflik dengan pasangan, keluarga, mertua, tetangga, atau saudara. Keberangkatan kemudian dipandang sebagai jalan untuk meninggalkan persoalan tersebut, meskipun kondisi psikologis calon pekerja belum sepenuhnya siap.

“Misalnya dia ribut sama pasangannya atau sama keluarganya, entah itu mertuanya, atau tetangganya, atau saudaranya. Daripada di sini ribut aja, udah saya berangkat aja ke luar,” ujar Sa’adah.

Baca juga: Warga Cirebon Diminta Waspadai Modus TPPO Pekerja Migran

Menurutnya, kesiapan fisik dan psikis perlu diperhatikan sebelum seseorang memutuskan bekerja ke luar negeri karena persoalan yang belum selesai di daerah asal dapat berpengaruh ketika menghadapi kehidupan dan pekerjaan di negara tujuan. Masyarakat juga diharapkan tidak hanya mengejar keberangkatan yang cepat, tetapi mempertimbangkan terlebih dahulu keamanan dan konsekuensi dari keputusan tersebut.

“Kita memang secara nuror itu orang yang akan lebih memilih yang instan, tapi tanpa memikirkan kedepannya seperti apa,” kata Sa’adah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....