Lapas Indramayu Ekspor 510 Coir Shade Karya Warga Binaan ke Spanyol
- 28 Sep 2026 18:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Bupati Indramayu Lucky Hakim melepas ekspor perdana sebanyak 510 unit Coir Shade karya warga binaan Lapas Kelas IIB Indramayu ke Spanyol, Senin, 28 September 2026. Produk berbahan dasar serabut kelapa tersebut menjadi bukti keberhasilan program pemberdayaan warga binaan melalui pengembangan keterampilan.
Lucky Hakim mengatakan, ekspor produk tersebut ke pasar luar negeri menunjukkan karya warga binaan memiliki kualitas serta peluang pasar yang menjanjikan. Keberhasilan ini dinilai memberi nilai tambah bagi hasil produksi dari dalam lapas.
“Ini salah satu hasil yang bisa dibanggakan. Dari serabut kelapa dipintal menjadi Coir Shade, dan ini terbukti akan dikirim ke luar negeri, tujuannya ke Spanyol,” ujar Lucky Hakim.
Menurutnya, keberhasilan menembus pasar internasional membuktikan proses pembinaan menghasilkan produk yang bernilai ekonomi tinggi. Pembinaan keterampilan di lembaga pemasyarakatan terbukti membuahkan hasil yang nyata.
“Artinya itu kan sudah proven, sudah terbukti bahwa ada performa, ada kinerja, dan ada output-nya. Hasilnya bagus dan ada market-nya di luar sana,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih menyebutkan ekspor ini bagian dari program Asta Cita Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program tersebut khususnya dijalankan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Ia menjelaskan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memiliki 15 Program Aksi yang mencakup berbagai bidang. Program tersebut melingkupi sektor ketahanan pangan hingga peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kegiatan hari ini adalah salah satu program Asta Cita dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kita punya 15 Program Aksi, mulai dari ketahanan pangan sampai dengan peningkatan UMKM,” kata Aramichi.
Menurut Aramichi, ekspor Coir Shade menjadi bagian dari upaya penguatan UMKM melalui pembinaan warga binaan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap pengembangan UMKM lokal di Kabupaten Indramayu.
“Salah satunya yang kita ekspor hari ini adalah peningkatan UMKM. Di mana yang kita laksanakan juga hari ini pasti akan meningkatkan UMKM di Kabupaten Indramayu,” ujarnya.
Aramichi menambahkan, keberhasilan program pemberdayaan tersebut tidak lepas dari sinergi antarinstansi. Kolaborasi terus dibangun antara Lapas Indramayu, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan Forkopimda.
“Makanya kita selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Forkopimda,” ucapnya.
Pelepasan ekspor perdana 510 unit produk serabut kelapa ini menjadi tolok ukur pembinaan yang berdampak secara nyata. Kegiatan pembinaan tidak sekadar memberikan keterampilan, tetapi juga mendorong lahirnya produk bernilai ekonomi yang mampu bersaing global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....