Lapas Indramayu Gaet CSR Pertamina Berdayakan Warga Binaan

  • 03 Sep 2026 18:35 WIB
  •  Cirebon

‎RRI.CO.ID, INDRAMAYU - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui kolaborasi dengan CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan. Kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga mendorong warga binaan menghasilkan produk bernilai jual hingga memperluas akses pemasaran.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, menyampaikan keterlibatan pihak eksternal sangat penting dalam mendukung program pemberdayaan tersebut. Menurutnya, potensi dan keterampilan warga binaan perlu dikembangkan selama masa pidana sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

"Di Lapas Indramayu ini kita berdayakan keterampilan yang sebenarnya mungkin sudah ada sedikit atau sudah ada banyak dari mereka," ujar Aramichi saat diwawancarai, Kamis, 3 September 2026.

Ia menambahkan warga binaan yang masih kurang keterampilannya bakal dilatih oleh sesama warga binaan yang memiliki kemampuan. Aramichi menilai program pemberdayaan ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi sekaligus menekan potensi pengulangan tindak pidana.

"Ketika mereka sudah punya keahlian dan bisa menghasilkan untuk penghasilan sendiri maupun untuk biaya hidup dan keluarga, secara otomatis diharapkan perbuatan pidana yang pernah dilakukan tidak terulang kembali," katanya.

Dengan memiliki keahlian dan kemampuan menghasilkan pendapatan secara mandiri, warga binaan diharapkan dapat memiliki pilihan kehidupan yang lebih produktif setelah bebas. Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Indramayu, Apudin, menjelaskan keterlibatan CSR Pertamina dalam pemberdayaan warga binaan telah berlangsung sejak 2021.

Pelatihan tersebut berkembang menghasilkan berbagai produk olahan pangan, mulai dari kue kering, kacang sembunyi, rempeyek, makanan kering, kue basah, hingga paket makanan ringan. Guna meningkatkan daya saing di pasaran, Lapas Indramayu bersama mitra terus menggenjot kualitas pengemasan produk buatan warga binaan.

Selain itu, aspek legalitas seperti sertifikasi halal, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga informasi nilai gizi juga mulai ditempuh. "Untuk kemasan, packaging, dan juga halal, SLHS sudah kita tempuh dan sekarang kita mengejar ke nutrisi," ujar Apudin.

Ia menegaskan pemenuhan standar tersebut bertujuan agar produk kue kering buatan Lapas dapat diterima masyarakat dan tidak kalah saing dengan produk lain di luar. Dari sisi pemasaran, produk warga binaan kini mulai dipesan oleh sejumlah instansi, termasuk di lingkungan Forkopimda Kabupaten Indramayu.

Dukungan penyerapan produk juga dilakukan melalui kerja sama dengan Teras Balongan sebagai wadah pemasaran UMKM binaan CSR Pertamina. Melalui etalase Teras Balongan, kue kering hasil olahan tangan warga binaan Lapas Indramayu dapat makin dikenal oleh masyarakat luas.

"Dengan Teras Balongan kita sudah kerja sama dalam hal produk kue-kue kering," kata Apudin.

Ia optimistis pemasaran ini dapat meningkatkan motivasi warga binaan sekaligus menjadi sarana untuk pengikisan stigma negatif di tengah masyarakat. Melalui sinergi yang berkelanjutan, keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi modal utama warga binaan dalam membangun usaha mandiri setelah bebas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....