TNI Bor Tanah 60 Meter, Air Bersih Mengalir untuk Warga Majalengka

  • 18 Sep 2026 21:39 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Majalengka dijawab TNI dengan aksi nyata. Bukan sekadar mengebor tanah, jajaran Kodim 0617/Majalengka harus menembus lapisan tanah hingga puluhan meter untuk menemukan sumber air bagi masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program Bakti TNI AD dengan pembangunan fasilitas sumur bor di empat desa. Total sebanyak 3.599 jiwa dari 1.204 kepala keluarga (KK) kini mendapat akses air bersih.

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto bersama Bupati Majalengka Eman Suherman di Blok Senen, Desa Bantarjati, Kecamatan Kertajati, Jumat 18 September 2026.

"Ini merupakan Bakti TNI AD kepada masyarakat. Kita hadir untuk memberikan akses dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya air bersih," kata Dandim 0617 Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto

Empat lokasi pembangunan sumur bor tersebut berada di Desa Bantarjati, Kecamatan Kertajati, Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten, Desa Wanajaya, Kecamatan Kasokandel serta Desa Nanggewer, Kecamatan Sukahaji.

Di Desa Bantarjati, pengeboran dilakukan hingga kedalaman 60 meter. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, termasuk 158 jiwa di wilayah tersebut.

Pembangunan tidak berhenti pada pengeboran. Kodim 0617/Majalengka melengkapi fasilitas dengan pondasi, tower dan toren penampungan, jaringan perpipaan, instalasi listrik hingga tempat cuci tangan.

Bagi warga, hadirnya sumur bor menjadi jawaban atas persoalan yang muncul setiap musim kemarau. Yeni (34), warga setempat, mengaku bersyukur karena akses air untuk kebutuhan rumah tangga kini lebih mudah.

"Alhamdulillah. Di musim kering ini air sangat kami butuhkan untuk kebutuhan rumah tangga. Terima kasih Pak Dandim, terima kasih Pak Bupati," ujar Yeni.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengapresiasi langkah Kodim 0617/Majalengka yang menghadirkan solusi langsung bagi masyarakat.

"Terima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0617/Majalengka, karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," kata Eman.

Kolaborasi TNI dan Pemkab Majalengka kemudian berlanjut pada pembangunan infrastruktur penghubung. Di Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh, keduanya melakukan groundbreaking Jembatan Perintis Garuda.

Jembatan gantung sepanjang 108 meter tersebut akan menghubungkan Desa Putridalem dengan Desa Randegan Wetan, sekaligus membuka akses mobilitas masyarakat di kedua wilayah.

Dua langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan persoalan dasar masyarakat di Majalengka tidak hanya menyasar kebutuhan air bersih, tetapi juga akses konektivitas melalui pembangunan infrastruktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....