Mitigasi Kekeringan, BPBD Indramayu Siapkan Air Bersih dan Sumur Bor
- 05 Agt 2026 12:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui distribusi air bersih, penyiapan armada tangki, hingga pengusulan pembangunan sembilan titik sumur bor untuk mengantisipasi dampak kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu, Asep Yadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel dan armada tangki air yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, BPBD bersama Perumdam, Kodim 0616/Indramayu, dan PMI telah mendistribusikan air bersih selama enam hari kepada warga Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng.
"Selama enam hari kami menyuplai air bersih di Desa Tanjakan. Kami bekerja sama dengan PDAM, Kodim Indramayu, dan PMI Kabupaten Indramayu. Hampir 5.000 jiwa terdampak kekeringan dan membutuhkan air bersih. Di desa tersebut jaringan PDAM belum dapat menjangkau karena dorongan air tidak sampai ke wilayah itu," ujarnya dalam dialog Kentongan RRI Cirebon, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Kecamatan Krangkeng menjadi wilayah yang paling rawan mengalami kekeringan setiap musim kemarau. Ia menilai kondisi tahun ini lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya karena sumber air warga semakin berkurang dan sumur-sumur mulai mengering.
"Untuk tahun sekarang ini sebetulnya lebih parah dibandingkan tahun yang kemarin. Pompa-pompa warga sudah tidak keluar air lagi," katanya.
Selain mengantisipasi kekeringan, BPBD juga meningkatkan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhutani untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pecuk dan Ketapang telah diminta menyiapkan cadangan air sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran di area pembuangan sampah.
"Di TPA sudah disiapkan penampungan air apabila terjadi kebakaran. Kami juga berkoordinasi dengan Perhutani terkait langkah-langkah penanganan apabila terjadi kebakaran hutan," katanya.
Sebagai langkah jangka panjang, BPBD mengusulkan pembangunan sembilan titik sumur bor melalui dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2027. Sebelumnya, pada 2024, Kabupaten Indramayu telah memperoleh delapan titik sumur bor dari BNPB, termasuk di wilayah Kecamatan Krangkeng.
"Kami mengusulkan sembilan titik sumur bor untuk tahun 2027, termasuk di Desa Tanjakan. Selain itu kami juga mengusulkan tambahan dua armada mobil tangki. Mudah-mudahan upaya kami untuk mengatasi bencana ini bisa terlaksana," katanya.
Ia menambahkan, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat menyampaikan laporan melalui RT, pemerintah desa, maupun langsung kepada BPBD. Laporan tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
BPBD juga telah menyiapkan berbagai skenario apabila krisis air semakin meluas. Salah satunya dengan memanfaatkan dua unit alat water treatment yang mampu mengolah air laut menjadi air bersih jika pasokan air baku dari PDAM tidak lagi mencukupi.
"Kalau persediaan air baku PDAM habis, kami punya dua alat water treatment yang bisa mengubah air laut menjadi air bersih dan layak diminum. Itu menjadi langkah terakhir apabila sumber air lainnya sudah tidak tersedia," katanya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, tidak membakar sampah sembarangan, serta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok di lahan kering. Menurutnya partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak musim kemarau.
"Kami mengajak masyarakat menghemat penggunaan air dan tidak bermain api, termasuk tidak membakar sampah sembarangan. Api kecil yang tidak diawasi bisa menjadi kebakaran besar," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....