130 Sekolah di Majalengka Direvitalisasi untuk Dongkrak Kualitas Belajar

  • 16 Sep 2026 15:55 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Pemerintah Kabupaten Majalengka merevitalisasi 130 sekolah dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP. Program ini tidak hanya menyasar perbaikan bangunan, tetapi diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Revitalisasi mencakup ruang kelas, toilet, ruang UKS serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Pembenahan tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap kenyamanan siswa dan kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM).

Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengatakan, sarana pendidikan yang layak menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran. "Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi memastikan anak-anak bisa belajar dengan aman, nyaman dan lebih bersemangat, ujar Eman Suherman, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Eman, besarnya kebutuhan perbaikan sekolah membuat Pemkab Majalengka tidak dapat hanya mengandalkan APBD. Pemerintah daerah aktif mengajukan dukungan pembiayaan kepada pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat. "Kita terus melakukan jemput bola agar pembangunan dan rehabilitasi sekolah di Majalengka mendapat dukungan," katanya menegaskan.

Ia menyebut penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H. Muhamad Umar Ma'ruf mengatakan, revitalisasi 130 sekolah menyentuh berbagai fasilitas utama yang menunjang aktivitas pendidikan.

"Pekerjaannya mencakup ruang kelas, toilet, UKS dan fasilitas pendukung lainnya agar proses belajar mengajar berjalan lebih baik," katanya.

Umar menambahkan, pembenahan sarana juga berkaitan dengan aspek keselamatan warga sekolah. "Harapannya, siswa bisa belajar nyaman, guru mengajar lebih optimal dan seluruh warga sekolah beraktivitas dengan aman," ujarnya.

Program tersebut mendapat respons positif dari orang tua siswa. Siti (42), warga Banjaran, menilai kondisi sekolah yang lebih baik membuat anak lebih nyaman mengikuti pembelajaran. "Kalau sekolah nyaman, anak juga lebih semangat. Kami berharap program ini terus dilanjutkan," katanya.

Dedi (45), warga Palasah, juga berharap fasilitas yang telah diperbaiki dirawat bersama agar manfaatnya bertahan lama. Program revitalisasi 130 sekolah menjadi bagian dari upaya Pemkab Majalengka memperkecil kesenjangan sarana pendidikan antarwilayah.

Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat, sekolah, komite, orang tua dan masyarakat. Revitalisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan, tetapi turut mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan nyaman serta meningkatkan kualitas pembelajaran di Kabupaten Majalengka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....