Bela Negara Tak Cukup dengan Upacara, Pelajar Kuningan Diajak Jaga Lingkungan
- 15 Sep 2026 20:34 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Makna bela negara bagi generasi muda berkembang melampaui pertahanan militer, mencakup dimensi sosial, lingkungan, dan perilaku sehari-hari.
- Bakesbangpol Jawa Barat menyelenggarakan Ngabela Nagara Batch 24 di Kuningan untuk menyampaikan pesan bela negara yang lebih luas kepada generasi muda.
- Perilaku positif seperti cinta lingkungan, menghindari geng motor, dan tidak menggunakan knalpot brong dipandang sebagai manifestasi karakter bela negara.
RRI.CO.ID, Kuningan — Bela negara kalangan generasi muda tidak lagi cukup dimaknai sebagai kegiatan yang berkaitan dengan pertahanan negara. Kecintaan terhadap lingkungan, menjauhi aktivitas geng motor, hingga tidak menggunakan knalpot brong menjadi bagian dari perilaku yang dinilai mencerminkan karakter bela negara.
Pesan itu mengemuka dalam agenda Ngabela Nagara Batch 24 yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Barat di Wisma Permata, Kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra, Kabupaten Kuningan, Selasa 15 September 2026. Kegiatan bertema Membangun Karakter Bela Negara bagi Generasi Muda Jawa Barat tersebut diikuti ratusan pelajar SMK di Kabupaten Kuningan.
Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Bakesbangpol Jawa Barat Rumondang Rumapea, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj Tina Wiryawati, serta Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Kuningan MH Khadafi Mufti. Dalam kesempatan tersebut, Tina Wiryawati mendorong para pelajar tidak berhenti sebagai peserta kegiatan, tetapi mengambil peran sebagai pelopor di lingkungan masing-masing.
| Baca juga: HUT ke-81 RI, KDM Minta Maaf |
“Para pelajar harus menjadi pelopor untuk mengajak generasi muda lainnya dalam hal bela negara,” ujar Tina. Menurut dia, bela negara dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Salah satunya dengan menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan.
Karena itu, para pelajar juga mendapat bibit pohon yang akan ditanam dalam gerakan Leuweung Hejo yang digagas Bakesbangpol Jawa Barat. Tina menilai kepedulian terhadap lingkungan merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi generasi muda terhadap daerah dan negara.
Menjaga alam, kata dia, bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama. Di sisi lain, Tina mengingatkan para pelajar agar berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan. Ia secara khusus meminta generasi muda tidak terlibat dalam organisasi maupun komunitas geng motor yang tidak memiliki kegiatan positif.
“Jangan sampai adik-adik terlibat dalam geng motor atau organisasi yang kegiatannya tidak positif,” katanya.
Fenomena penggunaan knalpot brong juga menjadi perhatian. Tina berharap kebiasaan memodifikasi sepeda motor dengan knalpot yang menimbulkan kebisingan tidak berkembang di Kabupaten Kuningan.
Para pelajar diingatkan bahwa aktivitas yang mengganggu ketertiban dan merugikan masyarakat memiliki konsekuensi hukum maupun sanksi lainnya. Pesan tersebut disampaikan di tengah perubahan lingkungan sosial yang semakin cepat.
Kemajuan teknologi, selain memberikan manfaat bagi generasi muda, juga menghadirkan tantangan baru, termasuk masuknya berbagai pengaruh ideologi yang tidak sejalan dengan Pancasila.
Degradasi kecintaan terhadap negara dinilai menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi sejak dini. Karena itu, pendidikan karakter bela negara diarahkan agar tidak berhenti pada pemahaman secara teori, melainkan diterjemahkan melalui perilaku sehari-hari.
Melalui agenda Ngabela Nagara, para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap bangsa sekaligus lingkungan sosial di sekitarnya. Dengan demikian, bela negara tidak hanya hadir dalam ruang kelas atau kegiatan resmi, tetapi juga terlihat dari pilihan dan tindakan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....