Bela Negara Tak Lagi Soal Senjata, Ini Sasaran Ngabela Nagara

  • 17 Sep 2026 19:30 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Konsep bela negara generasi muda bergeser dari fokus militer menjadi kepatuhan hukum, pencegahan tawuran, penghentian perundungan, dan pelestarian lingkungan.
  • Program Ngabela Nagara yang diinisiasi Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat berlangsung selama tiga hari dan melibatkan pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Kuningan.
  • Program ini menunjukkan pendekatan inovatif dalam membangun kesadaran nasional dengan menekankan tanggung jawab sipil dan sosial daripada aspek pertahanan konvensional.

RRI.CO.ID, Kuningan – Bela negara bagi generasi muda kini tidak lagi semata-mata dikaitkan dengan kesiapan menghadapi ancaman bersenjata. Kepatuhan terhadap hukum, menjauhi tawuran, menghentikan perundungan, hingga menjaga lingkungan justru menjadi bentuk yang ditekankan dalam program Ngabela Nagara di Kabupaten Kuningan.

Program yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat itu berlangsung selama tiga hari di Kabupaten Kuningan dengan melibatkan pelajar SMA dan SMK. Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., mengatakan konsep bela negara perlu diterjemahkan sesuai persoalan yang dihadapi generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

"Perilaku bela negara sekarang itu wujudnya taat hukum, tidak ikut-ikutan geng motor, menghindari knalpot brong, stop bullying, tidak tawuran, dan mau mencintai produk-produk lokal kita," ujar Tina, Kamis, 17 September 2026.

Baca juga: Tina Wiryawati Bidik Cisanggarung Jadi Magnet Wisata Kadugede

Menurutnya, pendidikan wawasan kebangsaan tidak cukup berhenti pada pemahaman mengenai negara, Pancasila, atau nasionalisme. Nilai tersebut harus terlihat dalam perilaku konkret di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Tina menilai tantangan tersebut semakin kompleks karena generasi muda tumbuh dalam lingkungan digital dengan arus informasi yang sangat cepat. Kondisi itu membuat pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang akan mengisi pembangunan Indonesia menuju 2045.

"Karakter anak-anak muda generasi Z ini yang kelak memimpin menuju Indonesia Emas 2045. Kalau tidak dibangun dari sekarang, saya khawatir mereka menjadi generasi yang acuh," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dapat tercermin dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga fasilitas publik. Tina menyinggung masih ditemukannya aksi vandalisme berupa grafiti pada fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran negara.

Bagi Tina, merusak fasilitas publik bukan sekadar persoalan ketertiban, tetapi juga menunjukkan lemahnya rasa memiliki terhadap aset yang digunakan bersama oleh masyarakat. Persoalan lingkungan juga dimasukkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya mendapatkan edukasi wawasan kebangsaan, tetapi juga dilibatkan dalam penanaman bibit pohon.

Tina menyebut pendekatan tersebut penting agar konsep bela negara tidak berhenti sebagai teori. "Karakter itu tidak bisa dibangun hanya sekali, ujungnya harus menjadi sebuah perilaku. Tugas ini tentu bukan hanya tanggung jawab perwakilan rakyat, tetapi pada akhirnya sangat bergantung pada sinergi dan peran aktif dari pihak sekolah serta lingkungan keluarga," ucapnya.

Baca juga: Tina Wiryawati Dorong Laskar Gerindra Jadi Penggerak Solusi Warga

Dari sisi jangkauan, pelaksanaan Ngabela Nagara di Kabupaten Kuningan direncanakan berlangsung di enam titik. Setiap titik ditargetkan melibatkan sekitar 300 pelajar, sehingga keseluruhan rangkaian di Kuningan diproyeksikan menjangkau sekitar 1.800 siswa.

Rangkaian berikutnya dijadwalkan berlangsung sekitar 6–8 Oktober 2026. Selain Kuningan, program tersebut juga direncanakan digelar di Ciamis dan Pangandaran.

"Kemarin sudah tiga rangkaian, nanti batch kedua akan dilanjut lagi sekitar tanggal 6, 7, dan 8. Totalnya di Kuningan ada enam titik, lalu Ciamis enam titik, dan Pangandaran," ujar Tina.

Program Ngabela Nagara diarahkan untuk memperluas pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan dengan menyasar ribuan pelajar di sejumlah titik. Kegiatan ini mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari kepatuhan hukum hingga kepedulian terhadap lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....