AKSARA Dorong UMKM Jawa Barat Perluas Pasar dan Naik Kelas

  • 11 Sep 2026 16:02 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Program Regional Offline AKSARA Jawa Barat 2026 menjadi salah satu upaya mempercepat pengembangan kewirausahaan dan mendorong UMKM naik kelas. Kegiatan yang berlangsung di Kota Cirebon tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai sektor usaha.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan peserta berasal dari beragam klasifikasi usaha. Di antaranya makanan dan minuman, ekonomi kreatif, platform digital, toko, fashion, kesehatan, pendidikan, akomodasi, industri, serta sektor pertanian.

"Bagaimana kita mengembangkan potensi-potensi lokal, atau istilahnya gaspol, gunakan potensi lokal. Kalau ada event, gunakan potensi lokal yang ada di daerah tersebut," kata Dedi yang dikutip dari press release Pemerintah Kota Cirebon pada Selasa, 8 September 2026.

Dedi menilai pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi harus dilanjutkan dengan membuka akses pasar bagi produk yang dihasilkan. Karena itu, narasumber dan pendamping AKSARA didorong turut mempertemukan produk peserta dengan pasar yang lebih luas, termasuk di luar Jawa Barat.

"Jadi bukan hanya memberikan materi, tetapi bagaimana kita sinkronisasikan produk yang sudah ada dengan market. Produk lokal dari Cirebon, Kuningan dan daerah lainnya harus bisa memiliki pasar yang lebih luas," ujarnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan belanja pemerintah sebagai salah satu stimulus bagi produk UMKM daerah. Menurutnya, kebutuhan seperti merchandise dan berbagai keperluan kegiatan pemerintah dapat diarahkan untuk menggunakan produk lokal sekaligus menjadi sarana promosi.

"Kita harus bangga dengan teman-teman yang hadir. Mereka bukan hanya menciptakan usaha untuk dirinya sendiri, tetapi diharapkan nantinya mampu menciptakan lapangan kerja baru, baik di bidang makanan dan minuman, ekonomi kreatif, digital, fashion maupun bidang lainnya," katanya.

Dedi menilai Kota Cirebon memiliki potensi besar sebagai ruang tumbuh kewirausahaan karena memiliki kekuatan di sektor sejarah, kuliner, ekonomi kreatif, dan berbagai usaha lokal. Ia berharap kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, mentor, dunia usaha, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat untuk melahirkan lebih banyak wirausaha yang berkembang dan menciptakan lapangan kerja.

"Harapannya, Jawa Barat memiliki semakin banyak wirausaha baru yang naik kelas. Ketika usaha berkembang, maka akan muncul kebutuhan tenaga kerja baru dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap perekonomian daerah," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....