Pengelolaan Gas Metana Jadi Kunci Cegah Kebakaran di TPA Kopi Luhur

  • 11 Sep 2026 12:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Usia TPA Kopi Luhur yang mencapai tiga dekade membuat pengelolaan gas metana menjadi perhatian utama. Gas metana yang terperangkap menjadi salah satu potensi pemicu kebakaran ketika bertemu sumber api tertentu.

Kepala UPT TPA Kopiluhur Kota Cirebon, Entis Sutisna, mengatakan mitigasi dilakukan dengan membuat saluran khusus. Saluran tersebut berfungsi mengeluarkan gas metana yang terjebak di bawah timbunan sampah selama bertahun-tahun.

“Kalau gas metana itu kalau enggak ada pemicu ya enggak kebakar sebenarnya sih, kan gitu,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, keberadaan saluran gas membantu mengurangi penumpukan metana sekaligus mengendalikan potensi bahaya pada kawasan landfill. Pengelola juga melakukan pengurugan sampah secara berkala agar kondisi timbunan tetap terkendali selama operasional berlangsung.

Langkah tersebut menjadi bagian mitigasi untuk mengurangi risiko kebakaran akibat kondisi internal maupun faktor eksternal. Selain pengelolaan gas, penyiraman rutin dilakukan terutama menjelang siang ketika kondisi kawasan mulai terasa panas.

Upaya pendinginan tersebut dilakukan untuk menurunkan suhu timbunan sehingga potensi munculnya pemicu kebakaran dapat ditekan. Entis mengatakan pengendalian gas metana perlu dilakukan bersamaan dengan pengawasan terhadap aktivitas manusia di sekitar TPA.

“Jadi yang kedua adalah tadi pemicu misalnya pemulung, rokok, dan lain sebagainya kan gitu ya,” katanya. Ia menilai pencegahan kebakaran membutuhkan pengelolaan lingkungan sekaligus kedisiplinan seluruh pihak yang beraktivitas sekitar TPA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....