Diduga Disekap di Tiongkok, PMI Asal Indramayu Minta Bantuan Presiden
- 10 Sep 2026 21:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu – Dari unggahan video yang beredar, seorang wanita asal Indramayu bernama Nadia mengaku bekerja di Tiongkok untuk membantu orang tuanya menyelesaikan utang piutang, namun berakhir disekap. Melalui unggahan tersebut, Nadia meminta bantuan langsung kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto.
Ia berharap Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Ketenagakerjaan dapat segera mengevaluasi dan memulangkannya kembali ke tanah air. Langkah cepat tersebut sangat diharapkannya demi menyelamatkan nyawanya dari cengkeraman para pelaku sindikat perdagangan manusia internasional.
"Saya di sini (Tiongkok) sudah tidak kuat menghadapi perlakuan suami saya. Mau pulang ke Indonesia disuruh ganti biaya mahar, tapi saya sudah tidak punya apa-apa karena uang mahar digunakan untuk berobat saudara saya yang sekarang sudah meninggal dunia. Tolong bantu saya bisa pulang ke rumah di Indramayu," kata Nadia dalam video yang beredar.
Sementara itu, kondisi keluarga Nadia di Indramayu kini dirundung kepedihan mendalam serta ketidakberdayaan yang memilukan. Ayah Nadia, Kamudi, kini tinggal di rumah kontrakan di Blok Legok Kedung, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, karena sudah tidak memiliki tempat tinggal tetap.
Dengan nada suara bergetar menahan sedih, Kamudi mengaku pasrah menanti keajaiban dan hanya bisa berharap bantuan pejabat daerah, mulai dari Bupati Indramayu hingga Gubernur Jawa Barat. "Saya hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Sang Pencipta semoga anak saya bisa pulang ke Indonesia," ujar Kamudi, Kamis, 10 September 2026, sembari berharap pemerintah lekas bergerak memulangkan buah hatinya.
Menanggapi berita terkait Nadia Permatasari (23), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Bojong Slawi yang viral tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu langsung merespons cepat. Melalui Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Luar Negeri, Asep Kurniawan, Disnaker mengimbau masyarakat Indramayu agar tidak mudah terbujuk janji manis ajakan bekerja di luar negeri, terutama di negara Tiongkok.
Menurut Asep, selama ini tidak pernah ada "job" resmi untuk lowongan pekerjaan di negara tersebut. "Itu si Nadia saya pastikan prosesnya ilegal, tidak ada "job" kerja di negara Tiongkok," kata Asep didampingi Sudiryo saat ditemui di kantornya, Kamis, 10 September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....