Puncak Kemarau, MPA Kuningan Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Darma

  • 08 Sep 2026 11:25 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Kabupaten Kuningan menggelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Waduk Darma pada 7 September 2026 untuk mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau puncak.
  • Apel dipimpin Kapolsek Darma AKP Farikin dan melibatkan unsur pemerintah desa, Linmas, satgas, TNI-Polri, relawan BBWS Cimanuk Cisanggarung, serta Masyarakat Peduli Api.
  • Penguatan kesiapsiagaan karhutla dilakukan melalui koordinasi multisektor untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kuningan.

RRI.CO.ID,Kuningan – Memasuki puncak musim kemarau, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kuningan diperkuat. Salah satunya melalui Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman depan Objek Wisata Waduk Darma, Kecamatan Darma, Minggu, 7 September 2026.

Apel dipimpin Kapolsek Darma AKP Farikin dan diikuti unsur pemerintah desa, Linmas, satgas, TNI-Polri, relawan BBWS Cimanuk Cisanggarung, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Paguyuban Silihwangi Majakuning. Kapolsek Darma AKP Farikin mengatakan peningkatan kewaspadaan diperlukan karena kondisi lingkungan pada musim kemarau lebih mudah terbakar.

Masyarakat, khususnya yang melakukan pembukaan lahan, diminta tidak menggunakan cara membakar. “Kalau bisa jangan membuka lahan dengan membakar. Karena akan menimbulkan bahaya kebakaran, baik hutan maupun ladang atau kebun mereka,” ujar Farikin

Menurut Farikin, kebakaran tidak hanya dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan. Bara api maupun puntung rokok yang mengenai daun dan vegetasi kering juga dapat menjadi sumber kebakaran.

Ia menyebut hingga pelaksanaan apel, belum ditemukan kejadian karhutla di wilayah Kecamatan Darma. Meski demikian, kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya titik api.

“Kita berjibaku siap untuk mengamankan, jangan sampai terjadi kebakaran di wilayah Darma. Alhamdulillah sampai sekarang di wilayah Darma tidak ada. Tetap kita antisipasi dan kita jaga semuanya,” katanya.

MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning menurunkan sekitar 25 personel dari tiga Kelompok Tani Hutan (KTH), yakni KTH Gunung Sirah, KTH Karangsari, dan KTH Sagarahiang. Ketua MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, S.Hut., mengatakan personel yang diterjunkan juga membawa peralatan untuk mengantisipasi kebakaran.

“Alhamdulillah di Kecamatan Darma ini kita ada 3 kelompok. Kita menurunkan sekitar 25 personel dari 3 KTH, sekaligus membawa alat-alat untuk antisipasi kebakaran,” kata Nandar.

Sejumlah peralatan yang disiapkan meliputi alat pemadam api ringan (APAR), jet shooter, dua unit mesin penyemprot air, serta peralatan pendukung lainnya. Nandar mengatakan upaya pencegahan perlu dilakukan sebelum kebakaran terjadi dan meluas.

Menurutnya, kondisi musim kemarau membuat vegetasi dan dedaunan mengering sehingga api lebih mudah merambat. Ia meminta masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu api, termasuk saat membuka lahan.

Keterlibatan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning dalam apel di Kecamatan Darma sekaligus memperkuat pengawasan di wilayah tersebut. Selain menjaga kawasan penyangga Gunung Ciremai, MPA juga siap membantu pemantauan di wilayah Darma dan sekitarnya.

Apel di Kecamatan Darma merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Kecamatan Pasawahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan karhutla di tingkat kewilayahan selama puncak musim kemarau.

Pemerintah dan aparat mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan demi mencegah kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, warga juga diimbau segera melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan sumber api di kawasan rawan kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....