Pemkab Majalengka Terbitkan SE, Siaga Hadapi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

  • 07 Sep 2026 21:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemkab menyiapkan fasilitas kesehatan, sekolah hingga perlindungan kelompok rentan untuk mengantisipasi risiko kesehatan masyarakat.

Kesiapsiagaan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/660/BPBD/2026 yang ditandatangani Bupati Majalengka H. Eman Suherman pada tanggal 7 September 2026. Eman meminta masyarakat tetap tenang, namun tidak lengah dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi berwenang.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Yang paling penting adalah mengikuti informasi resmi pemerintah dan mengambil langkah perlindungan apabila kondisi sebaran abu vulkanik meningkat," ujar Eman, Senin, 7 September 2026.

Pemkab menginstruksikan Dinas Kesehatan memastikan kesiapan puskesmas, rumah sakit dan pos kesehatan. Selain itu juga termasuk tenaga medis, ambulans, oksigen, obat-obatan, masker atau respirator serta alat pelindung diri.

Pemantauan terhadap gangguan pernapasan, asma, PPOK, iritasi mata dan gangguan kulit juga diperkuat. Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan serta penderita penyakit kronis menjadi prioritas perlindungan.

Di sektor pendidikan, sekolah diminta menyesuaikan kegiatan dengan kondisi sebaran abu dan kualitas udara. Jika paparan abu meningkat dan berisiko terhadap kesehatan, pembelajaran dapat dialihkan secara daring dari rumah sesuai arahan instansi berwenang.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan saat sebaran abu meningkat. Penggunaan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, termasuk KN95, serta pelindung mata dianjurkan ketika harus beraktivitas di luar.

Eman mengingatkan warga tidak membersihkan abu secara sembarangan karena dapat membuat partikel kembali beterbangan. "Kalau harus keluar rumah, gunakan masker dan lindungi mata. Abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan,” katanya.

Warga juga diminta melindungi makanan dan sumber air dari paparan abu vulkanik serta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemkab Majalengka menegaskan koordinasi lintas sektor akan diperkuat.

Setiap perkembangan yang berpotensi mengganggu kesehatan, keselamatan, pelayanan publik, maupun aktivitas masyarakat harus segera dikoordinasikan. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui pelaporan langsung ke BPBD Kabupaten Majalengka.

"Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang, disiplin dan saling mengingatkan. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi berdasarkan sumber resmi," ata Eman Suherman menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....