Dari Zakat ke Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Majalengka Bawa Mustahik Naik Kelas
- 07 Sep 2026 16:27 WIB
- Cirebon
RRI CO.ID, Majalengka - Zakat tidak lagi sekadar menjadi bantuan sosial. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menjadikannya sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dengan menyiapkan 120 mustahik memiliki keterampilan sekaligus akses menuju dunia kerja.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 yang diluncurkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Majalengka, Senin 7 September 2026.
Ketua BAZNAS Majalengka H. Agus Asri Sabana mengatakan, program ini dirancang tidak berhenti pada pelatihan. Para peserta juga diarahkan menuju perusahaan mitra agar memiliki peluang langsung memasuki dunia industri.
"Bukan hanya diberikan pelatihan, tetapi setelah selesai mereka sudah diarahkan kepada dunia kerja. Ini yang menjadi kekuatan dari program vokasi," kata Agus.
Sebanyak 120 peserta mengikuti program dalam dua gelombang, masing-masing 60 orang. Peserta mendapatkan pelatihan selama satu minggu dengan dukungan offtaker dari PT Shoetown Indonesia. Mereka juga diarahkan untuk memperoleh kesempatan bekerja di Grup Shoetown.
Setiap peserta mendapat dukungan program Rp980.000, sehingga total anggaran yang disalurkan mencapai Rp117,6 juta.
Agus berharap program tersebut mampu memutus ketergantungan mustahik terhadap bantuan sosial. "Kita ingin bagaimana mustahik ini tidak selamanya menjadi penerima. Dengan keterampilan dan pekerjaan yang mereka dapatkan, mudah-mudahan ke depan mereka bisa mandiri, bahkan bisa menjadi muzakki," ujarnya.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengapresiasi program tersebut karena sejalan dengan Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja), yang mendorong perluasan akses pekerjaan bagi masyarakat lokal.
Menurut Eman, pola bantuan berbasis keterampilan lebih strategis karena memberikan bekal kepada masyarakat untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.
"BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan," katanya.
Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, Forum HRD, dan dunia industri dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten.
Melalui skema tersebut, 120 mustahik diharapkan tidak hanya keluar dari ketergantungan bantuan, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan bergerak dari penerima zakat menjadi calon muzakki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....