25 Orang Berjalan dalam Diam di Hutan Ciremai Majalengka

  • 06 Sep 2026 16:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka – Mereka berjalan dalam diam. 25 orang dari berbagai kota sengaja memasuki Hutan Pinus Gunung Ciremai, Majalengka, bukan untuk mengejar puncak, melainkan mencari jeda di tengah riuh kehidupan.

Langkah kaki menyentuh hamparan daun pinus. Tak ada percakapan.

Hanya suara angin, dedaunan, dan napas yang perlahan menjadi lebih terdengar. Mereka mengikuti Lampah Wening Vol. 1: Hutan Pinus Gunung Ciremai, Batch 2, sebuah perjalanan yang mengajak peserta berjalan dalam keheningan dan kesadaran.

Dari Yogyakarta, Jakarta, Depok, Cirebon, Indramayu hingga Pemalang, mereka datang dengan satu cara yang sama: memperlambat langkah untuk kembali memperhatikan diri dan alam. Abah Isa dari Sadar Center Yogyakarta mengatakan Lampah Wening merupakan perjalanan yang dilakukan dengan kesadaran penuh.

"Lampah Wening itu melangkah dalam keheningan dan kesadaran penuh bahwa kita ini tanah yang berjalan di atas tanah," kata Abah Isa, Minggu, 6 September 2026.

Dalam sesi silent walking, peserta diminta mengurangi percakapan dan menyadari setiap langkah serta lingkungan yang dilewati. Setelah itu, perjalanan berlanjut dengan forest bathing, meditasi suara, berbagi pengalaman, dan refleksi di bawah rindangnya pepohonan pinus.

Bagi penyelenggara, kegiatan ini bukan sekadar berjalan di dalam hutan. Alam ditempatkan sebagai ruang untuk memperlambat diri, mengenali kembali ketenangan, sekaligus menyadari hubungan manusia dengan lingkungan.

Ketua Yayasan GBA, H. Budi Victoriadi, SE, mengatakan manusia tidak dapat dipisahkan dari alam. Menurutnya, Manusia membutuhkan tanah untuk berpijak, udara untuk bernapas, dan alam sebagai ruang kehidupan.

"Karena itu, kalimat tentang 'tanah yang berjalan di atas tanah' menjadi gambaran dari pendekatan yang dibawa dalam kegiatan ini," ujar Budi.

Kegiatan tersebut digelar oleh Yayasan GBA bersama Sadar Center Yogyakarta dan Lotus Itti Asana Majalengka. Program ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai dan Kopdarwis Majalengka.

Selama beberapa jam, 25 peserta menyusuri hutan dalam keheningan. Bukan soal seberapa jauh mereka berjalan, tetapi apa yang mereka sadari sepanjang perjalanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....