Kuningan 528 Tahun, Ekonomi Tumbuh hingga 6,98 Persen
- 31 Agt 2026 21:52 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Kuningan menggunakan Hari Jadi ke-528 sebagai momentum untuk memperkuat pembangunan daerah sekaligus mempertahankan identitas sejarah dan budaya lokal.
- Tema Hari Jadi Kuningan tahun ini adalah 'Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi' yang mencerminkan komitmen mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri daerah.
- Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menekankan bahwa arah pembangunan Kuningan harus mampu bersinkronisasi dengan perkembangan zaman sambil mempertahankan identitas daerah.
RRI.CO.ID, Kuningan - Pemerintah Kabupaten Kuningan menjadikan Hari Jadi ke-528 sebagai momentum untuk memperkuat pembangunan daerah sekaligus mempertahankan identitas sejarah dan budaya. Tahun ini, Hari Jadi Kuningan mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi.”
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, tema tersebut menggambarkan arah pembangunan Kuningan yang harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri daerah.
Menurutnya, kemajuan teknologi, modernisasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan daya saing harus berjalan seiring dengan pelestarian sejarah, kearifan lokal, nilai agama serta budaya Sunda-Kuningan.
“Melesat Ngudag Jaman dimaknai sebagai dorongan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi, terbuka terhadap modernisasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah,” kata Dian, Senin 31 Agustus 2026.
Sementara itu, lanjut dia, “Ngakar Kuat Purwadaksi” menjadi penegasan bahwa pembangunan harus tetap berpijak pada akar sejarah, identitas dan nilai-nilai budaya Kuningan.
Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan adanya peningkatan sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan pada 2025 tercatat 6,98 persen, meningkat dari 3,56 persen pada 2021 dan 5,61 persen pada 2024.
Pertumbuhan ekonomi juga tercatat 7,01 persen pada Triwulan I 2026 dibandingkan Triwulan IV 2025. Sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita pada 2025 mencapai Rp33,94 juta.
Di sektor infrastruktur, tingkat kemantapan jalan daerah mencapai 78,23 persen pada 2025. Pemerintah juga menyelesaikan pemeliharaan dan pembangunan 235 unit irigasi melalui program Jawara Tani serta menyalurkan 30.000 ton subsidi pupuk.
Pada sektor pendidikan, Pemkab Kuningan membangun 18 ruang kelas baru, merehabilitasi 307 ruang kelas, serta membangun 34 perpustakaan, 12 laboratorium dan 74 fasilitas sanitasi sekolah.
Di bidang kesehatan, pemerintah terus menekan prevalensi stunting dengan target berada di bawah 10 persen sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar di puskesmas.
Program di bidang keagamaan juga dilakukan melalui Ngaji Diri. Program tersebut mencakup pemberian insentif kepada 1.000 guru ngaji dan beasiswa bagi 1.250 santri, termasuk dukungan air bersih dan sanitasi bagi pesantren serta rumah ibadah.
Sementara dalam bidang keterbukaan informasi publik, Kabupaten Kuningan meraih predikat Kabupaten Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat.
Upaya mengurangi pengangguran juga menunjukkan hasil. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 turun menjadi 7,59 persen.
Melalui program Gema Sadulur, pemerintah memfasilitasi bursa kerja dengan menyediakan 13.358 lowongan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.280 tenaga kerja terealisasi ditempatkan.
Pada sektor perumahan, sebanyak 1.388 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) direhabilitasi. Selain itu, 2.444 unit rumah bersubsidi dibangun oleh pengembang sebagai bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.
Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga dilakukan dengan memberikan dukungan kepada 42.937 UMKM. Sektor pariwisata mencatat lebih dari 3 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025.
Dalam bidang kebudayaan, dua karya budaya asal Kuningan, yakni Kesenian Dogig dan Upacara Adat Pesta Dadung, ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Provinsi Jawa Barat.
Pada sektor tata kelola pemerintahan, Kabupaten Kuningan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Kuningan juga meraih Indeks Reformasi Hukum 88,4 kategori A atau sangat baik, meningkat 7,2 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Ombudsman RI memberikan predikat “Kualitas Tinggi” dengan nilai 78,38.
Kuningan juga memperoleh penghargaan nasional sebagai Terbaik II Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali kategori Implementasi Program Tiga Juta Rumah dari Kementerian Dalam Negeri.
Atas capaian tersebut, Kabupaten Kuningan mendapatkan dukungan bantuan sebanyak 250 unit bedah rumah. Dukungan itu tidak terlepas dari gotong royong masyarakat, tokoh masyarakat dan pelaku usaha dalam membantu penanganan rumah tidak layak huni.
Meski sejumlah indikator pembangunan mengalami peningkatan, Dian mengingatkan agar capaian tersebut tidak menjadi alasan bagi pemerintah dan masyarakat untuk berpuas diri.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari seberapa dalam rasa keadilan, ketenteraman, dan keberkahan terasa di rumah-rumah warga kita,” ujarnya.
Dia mengatakan, masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian, wilayah yang memerlukan peningkatan infrastruktur serta generasi muda yang membutuhkan ruang untuk berinovasi dan berkreativitas.
Karena itu, momentum Hari Jadi ke-528 Kuningan juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara eksekutif, legislatif, yudikatif, ulama, akademisi, pelaku usaha dan masyarakat.
Dian mengajak seluruh elemen masyarakat berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Hanya dengan gotong royong dan kesatuan langkah, kita mampu menyongsong masa depan yang melesat tanpa pernah kehilangan akar kebudayaan kita,” katanya.
Dian juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kuningan, termasuk petani, guru, pedagang, buruh, tokoh masyarakat, desa-desa berprestasi serta putra-putri daerah yang mengharumkan nama Kuningan di tingkat nasional maupun internasional.
Apresiasi turut diberikan kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas sinergi dalam menjaga kondusivitas dan mendukung pembangunan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia Hari Jadi ke-528 Kuningan yang diketuai Sekretaris Daerah Kuningan U. Kusmana beserta seluruh pihak yang mendukung rangkaian kegiatan.
Hari Jadi ke-528 Kuningan menjadi penanda bahwa pembangunan daerah tidak hanya diarahkan untuk mengejar kemajuan, tetapi juga menjaga sejarah, budaya, nilai agama dan kebersamaan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....