Komnas Perlindungan Anak Tekankan Edukasi Cegah Kekerasan Seksual
- 29 Agt 2026 16:05 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Edukasi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak. Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya menilai edukasi perlu diberikan secara menyeluruh kepada anak, orang tua, dan guru.
Ketua Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya, Siti Nuryani, S.Pd., mengatakan anak perlu diberikan pemahaman mengenai bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Anak juga harus memahami bahwa tindakan meraba bagian tubuh tertentu bukan merupakan bentuk kasih sayang, melainkan pelecehan.
"Kalau seandainya kamu dilakukan hal demikian sampai meraba, itu bukan kasih sayang namanya kalau meraba bagian empat hal ini, itu namanya pelecehan," ujarnya kepada RRI, Jumat, 28 Agustus 2026.
Baca juga: Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya Dorong Edukasi Cegah Kekerasan Seksual
Menurut Siti, edukasi kepada anak juga perlu menggunakan istilah yang tepat untuk mengenalkan bagian tubuh, termasuk alat vital. Hal tersebut penting agar anak memiliki pemahaman yang jelas dan tidak merasa malu ketika harus menyampaikan pengalaman yang berkaitan dengan kekerasan seksual.
Selain kepada anak, edukasi juga perlu diberikan kepada orang tua agar mampu mengenali tanda-tanda anak yang mengalami pelecehan seksual. Orang tua juga perlu memahami ciri-ciri pelaku pedofil sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar anak.
Siti menambahkan, guru juga menjadi pihak yang perlu mendapatkan edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Menurutnya, perlindungan tidak akan maksimal apabila pengetahuan hanya diberikan kepada anak sementara orang tua dan guru tidak memiliki pemahaman yang sama.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membangun perlindungan dan komunikasi dengan anak. Menurutnya, kewaspadaan perlu dilakukan terhadap lingkungan anak serta berbagai kondisi yang dapat membuka peluang terjadinya kekerasan seksual.
Siti mengatakan Komnas Perlindungan Anak juga pernah berkomunikasi dengan pelaku pedofil untuk memahami pola pikir pelaku yang memiliki ketertarikan seksual terhadap anak. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan karena pelaku dapat terus mencari korban apabila tidak dicegah dan ditangani.
"Kalau udah otaknya pedofil, dia kan berpikir yang lain, jadinya ke arah situ, makanya terjadilah hal yang demikian, dan itu kan dinikmati oleh si pedofil ini terus-terusan, dia akan mencari," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....