Pemkab Cirebon Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan bagi Generasi Muda

  • 28 Agt 2026 17:27 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Indeks inklusi keuangan masyarakat Indonesia pada 2026 telah mencapai 93,61 persen. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya diikuti Indeks literasi keuangan yang baru tercatat sebesar 69,57 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan dengan pemahaman terhadap manfaat, risiko, hak, dan kewajibannya. Hal itu disampaikan Bupati Cirebon Imron saat membuka Peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 sekaligus Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang digelar OJK Cirebon di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon, Rabu 26 Agustus 2026.

Menurutnya kondisi tersebut menjadi alasan penting untuk memperkuat edukasi dan literasi keuangan, terutama kepada pelajar dan generasi muda. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dinilai perlu diberikan sejak dini agar anak-anak tidak hanya mampu menggunakan layanan keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara bijak.

“Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat gap, banyak masyarakat yang sudah menggunakan layanan keuangan, tetapi belum memahami secara utuh manfaat dan risiko serta hak dan kewajibannya,” ujarnya.

Ia menilai kebiasaan menabung dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membangun kecakapan finansial sejak usia sekolah. Menabung tidak hanya berkaitan dengan menyisihkan uang, tetapi juga melatih kedisiplinan dan kemampuan menentukan prioritas.

“Menabung bukan sekadar menyimpan sisa uang jajan. Menabung adalah latihan disiplin, bentuk kemandirian dan modal awal untuk meraih cita-cita,” katanya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar mampu membedakan kebutuhan dengan keinginan. Menurutnya, uang yang dimiliki sebaiknya terlebih dahulu dialokasikan untuk kebutuhan pokok dan rencana masa depan sebelum digunakan untuk kepentingan lain yang bersifat konsumtif.

“Anak-anak ini juga harus dididik supaya bisa memilih dan memilah apa kepentingannya. Jadi uang ini dipergunakan untuk kepentingan yang pokok dulu, jangan kepentingan yang sifatnya cuma kesenangan,” katanya.

Selain membangun kebiasaan menabung, Ia mendorong para pelajar untuk memahami penggunaan produk dan layanan jasa keuangan yang resmi, aman, dan bertanggung jawab. Langkah tersebut dinilai penting untuk membentengi generasi muda dari berbagai risiko kejahatan keuangan digital.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cirebon, OJK, industri jasa keuangan, dan sekolah terus diperkuat. Edukasi keuangan yang dilakukan sejak bangku sekolah diharapkan dapat membentuk generasi muda yang lebih mandiri dan tangguh dalam mengelola keuangan.

“Sinergi antara Pemda, OJK, lembaga jasa keuangan dan sekolah harus terus diperkuat demi mencetak generasi muda Cirebon yang cerdas, mandiri, dan tangguh secara finansial,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Ia juga mengapresiasi lebih dari 540 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon yang mengikuti kegiatan edukasi keuangan. Ia berharap para siswa dapat menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk membangun budaya hemat dan pengelolaan keuangan yang bijak.

Ia pun mengajak para siswa untuk tidak hanya mempersiapkan kebutuhan pendidikan, tetapi juga menyiapkan masa depan melalui kebiasaan menabung dan belajar dengan sungguh-sungguh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....