Kerja Sukarela Jaga Ciremai, Relawan MPA Belum Dilengkapi Peralatan
- 28 Agt 2026 12:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran dilakukan secara sukarela oleh Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan. Mereka bekerja tanpa menerima upah dari pemerintah, sementara perlengkapan dasar untuk menunjang tugas di lapangan masih terbatas.
Kondisi tersebut terungkap setelah Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Herry Dermawan, mengunjungi wilayah Mandirancan saat masa reses. Persoalan itu kemudian disampaikannya kepada Menteri Kehutanan dalam Rapat Kerja di Gedung DPR RI, Senayan.
Herry mengatakan MPA di Mandirancan dibentuk dan dijalankan oleh masyarakat dari empat desa. Kelompok tersebut secara mandiri ikut menjaga kawasan hutan serta melakukan pencegahan kebakaran.
"Saya sangat terkejut, terharu dan bangga. Ternyata masyarakat di sana membikin yang namanya MPA (Masyarakat Peduli Api) yang sangat luar biasa dan tidak digaji oleh pemerintah," kata Herry, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut Herry, kepedulian masyarakat tidak berhenti pada pembentukan kelompok. Warga juga memiliki peraturan desa yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan dan membangun koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan.
Di tengah keterlibatan tersebut, para relawan masih membutuhkan perlengkapan untuk menunjang keselamatan dan komunikasi ketika menjalankan tugas. Herry menyebut sejumlah kebutuhan yang disampaikan masyarakat berupa masker, sepatu, helm dan Handy Talky (HT).
Ia menilai kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui dukungan Kementerian Kehutanan. "Mereka juga titip pesan ke saya, mengajukan beberapa hal yang sangat mendasar Pak. Kayak masker, sepatu, helm, HT (Handy Talky), dan lain sebagainya. Saya rasa itu sangat-sangat bisa dipenuhi oleh kementerian," ujarnya.
Selain fasilitas, Herry meminta Kementerian Kehutanan memberikan penghargaan kepada masyarakat yang terlibat dalam MPA. Ia juga mengusulkan agar perwakilan kementerian datang langsung ke Mandirancan untuk melihat aktivitas kelompok tersebut.
Herry menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan. Ia berharap MPA di Mandirancan dapat dikembangkan sebagai contoh pengelolaan berbasis masyarakat di daerah lain.
"Kalau ini nanti Bapak bisa blow up, ini bisa direplikasi ke daerah-daerah lain. Sehingga kekhawatiran kita akan kebakaran hutan tidak akan terjadi. Kalau masyarakat desanya peduli, Insyaallah sangat kecil kemungkinan terjadi kebakaran," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....