Ribuan PMI Asal Jabar Bakal Diberi Pelatihan dalam Program SMK Go Global

  • 27 Agt 2026 16:01 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat Kombes Pol. Singgih Hermawan mengungkapkan, sebanyak 1.280 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Jabar, bakal diberi pelatihan dalam program SMK Go Global selama 1 hingga 3 bulan sebelum ditempat di luar negeri.Hal itu dikatakan Kepala BP3MI Jawa Barat Kombes Pol. Singgih Hermawan, disela kick of program SMK Go Global.

Program SMK Go Global yang dicanangkan Presiden Prabowo ini, menyasar pelatihan dan sertifikasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), sebelum bekerja di luar negeri. Program secara resmi di luncurkan secara serentak di 23 BP3MI Indonesia, oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin pada Rabu 26 Agustus 2026.

Dikatakan Singgih, 1.280 calon PMI asal Jabar, merupakan lulusan dari berbagai sekolah kejuruan dan lolos seleksi program SMK Go Global. Mereka akan mengikuti pelatihan di beberapa lembaga vokasi di Jawa Barat, yakni Balai Latihan Kerja Kabupaten Garut, Universitas Indonesia (UI), Migran Center Universitas Teknik Bandung (UTB), Migran Center Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, STIKES Budi Luhur, serta Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung.

"Dari seluruh total ada 1.280 peserta di Jawa Barat yang ikut, semoga dari 1.280 peserta ini nantinya bisa kita tempatkan setelah selesai pelatihan. Mereka punya bekal pelatihan yang lengkap, punya skill yang bagus, sehingga penempatannya bagus di luar negeri,",ucap Singgih dalam rilisnya Kamis 27 Agustus 2026.

Ia juga menjelaskan, berbagai pelatihan akan diberikan, seperti diantaranya bahasa Inggris, Korea, Jepang. Kemudian operasional produksi, manufaktur, dan keperawatan.

"Jadi pelatihan ada berapa sektor pelatihan, Pak. Khususnya kalau yang di UTB ini pelatihannya adalah operasional produksi, manufaktur, dan bahasa Inggris. Tapi di tempat-tempat lain banyak juga, ada bahasa Jepang, bahasa Korea, termasuk ada dari nursery seperti di Stikes Budi Luhur itu ada yang ke Jepang maupun Korea nursery,"jelas Kepala Balai.

Singgih pun berharap para peserta pelatihan, terutama di UTB dapat melaksanakan pelatihan dengan baik, bisa semangat, dan tidak kalah mental. "Ini penting karena kita akan ke luar negeri jauh dari keluarga, sehingga memang harus disiapkan mentalnya agar pada saat nanti bekerja di luar negeri itu membawa nama baik, nama harum bangsa Indonesia,"tegasnya.

Selama pelatihan, peserta tidak dipungut biaya, pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Pemerintah pun sudah menyiapkan negara tujuan para PMI.

"Khusus untuk UTB ini lebih ke Eropa Timur, ya, ada Bulgaria, Polandia, berapa Eropa Timur yang lain. Itu sudah ada juga job order-nya dari teman-teman kita P3MI atau perusahaan yang ada di wilayah Jawa Barat itu sudah ada, dan udah ada MoU antara badan-badan ataupun pelatihan migrant center ini dengan beberapa P3MI,"ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....