Pertamina RU Balongan Perkuat Budaya K3 Melalui Grand Safety Talk

  • 26 Agt 2026 23:45 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan kembali menggelar agenda rutin Monthly Grand Safety Talk (MoGas) periode Agustus 2026. Kegiatan bertempat di Area Workshop Maintenance Execution Kilang Balongan ini merupakan implementasi Safety Leadership Program (SLP) guna memperkuat budaya K3, Rabu, 26 Agustus 2026.

Rangkaian acara diawali sosialisasi dan edukasi praktis aspek HSSE yang menekankan pentingnya penggunaan kacamata safety untuk perlindungan mata. Tim peraga menghadirkan simulasi langsung mengenai bahaya benturan benda tajam, kejatuhan material keras, hingga ancaman semprotan cairan kimia.

Visualisasi tersebut menggambarkan perbedaan signifikan antara organ penglihatan yang terlindungi APD standar HSSE dengan yang tidak. Edukasi ini menegaskan bahwa penggunaan kacamata safety merupakan APD mutlak yang wajib digunakan untuk mencegah cedera fatal di kilang.

Memasuki inti acara, jajaran manajemen RU Balongan menyampaikan arahan Safety Talk berurutan dari sudut pandang engineering, operasional, hingga kepemimpinan puncak. Pesan keselamatan pertama disampaikan oleh Manager Engineering & Development, Wahyu Agus Susanto, melalui evaluasi mendalam lesson learned kejadian di lokasi lain.

Wahyu menguraikan tiga pelajaran penting, yakni jangan menormalisasi kondisi tidak aman, tingkatkan situational awareness, serta terapkan CLSR dan Stop Work Authority (SWA). “Tidak ada target operasi yang lebih penting daripada keselamatan. Kegiatan MoGas hari ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam menerapkan CLSR secara konsisten di setiap aktivitas kerja," kata Wahyu menegaskan.

Sementara itu, Manager Produksi I, Ari Wicaksono, menekankan pentingnya kepatuhan aturan keselamatan di area berisiko tinggi serta pelarangan perangkat tidak terotorisasi. "Kilang merupakan area dengan potensi bahaya tinggi, sehingga seluruh ketentuan yang berlaku bukan bertujuan untuk mempersulit pekerja, melainkan menjadi benteng pertahanan (barrier) dalam mencegah terjadinya insiden,” ujar Ari.

Ari menambahkan bahwa peralatan elektronik yang tidak sesuai standar dapat menjadi sumber penyalaan (ignition source) di area beratmosfer mudah terbakar. Oleh karena itu, handphone yang tidak terdaftar atau tidak memiliki otorisasi dilarang keras digunakan di dalam area pagar kilang demi menjaga keselamatan bersama.

Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo

Sesi MoGas Agustus diakhiri arahan Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo, yang menegaskan komitmen manajemen puncak terhadap kepemimpinan keselamatan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh pekerja dan kontraktor dalam menjaga keandalan serta budaya keselamatan kerja di lingkungan kilang.

"Sebagai perusahaan dengan tingkat risiko tinggi, kita memikul tanggung jawab yang sangat besar. Tanggung jawab tersebut dapat kita wujudkan melalui kepatuhan total terhadap aspek keselamatan, kepedulian terhadap sesama rekan kerja, serta pelaksanaan inspeksi dan pemeliharaan terencana demi memastikan seluruh peralatan operasional berada dalam kondisi handal dan certified," ucap Yulianto menerangkan.

Menjelaskan lebih lanjut, Yulianto menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar pemenuhan prosedur, melainkan bentuk rasa sayang dan kepedulian manajemen kepada seluruh tim serta mitra kerja. “Saya meminta seluruh jajaran mulai dari fungsi Operasi, Maintenance, MPS, hingga HSSE untuk memperkuat pengawasan, tingkatkan kompetensi, dan memastikan pengawasan ketat terhadap setiap aktivitas kritis guna mewujudkan operasional kilang yang aman, andal, serta zero accident," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....