Faktor Rendahnya Partisipasi Masyarakat Kabupaten Cirebon dalam Pemilu
- 26 Agt 2026 16:42 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Rendahnya Party ID atau kedekatan masyarakat dengan partai politik dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Cirebon dalam pemilu dan pemilihan. Ketua KPU Kabupaten Cirebon Esya Karnia Puspawati mengatakan rendahnya Party ID dapat mendorong politik pragmatis dan money politics, sehingga kedekatan partai dengan konstituen perlu dibangun secara berkelanjutan.
Menurut Esya, Party ID merupakan bentuk kemelekatan masyarakat terhadap partai politik yang dapat memengaruhi kesediaan pemilih untuk datang ke TPS tanpa bergantung pada kepentingan transaksional. “Rendahnya Party ID di masyarakat itu juga akan berpengaruh kepada tingkatan partisipasi masyarakat itu sendiri,” ujar Esya dalam dialog terkait Sekolah Demokrasi Caruban Nagari, Senin, 24 Agustus 2026.
Ia menilai partai politik perlu menjaga hubungan dengan konstituen secara terus-menerus agar keterlibatan masyarakat tidak hanya dibangun menjelang pelaksanaan pemilu. Menurutnya, kedekatan yang terpelihara dapat mendorong masyarakat hadir ke TPS karena memiliki keterikatan dengan pilihan politiknya, bukan semata karena adanya imbalan.
Selain persoalan kedekatan dengan partai politik, adanya kesenjangan pendidikan masyarakat juga dinilai berkaitan dengan kualitas demokrasi dan partisipasi politik. Esya mengatakan demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat yang terdidik sehingga KPU memiliki kewajiban moral untuk membangun budaya dan masyarakat yang lebih memahami demokrasi.
Upaya tersebut dilakukan KPU Kabupaten Cirebon melalui Sekolah Demokrasi Caruban Nagari yang menjadi bagian dari amanat undang-undang dan PKPU Nomor 9 Tahun 2022 tentang Partisipasi Masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar mampu terlibat secara aktif dalam kehidupan demokrasi dan tidak hanya menjadi pemilih saat pemilu berlangsung.
KPU Kabupaten Cirebon berharap penguatan literasi demokrasi dapat mengurangi sikap apatis masyarakat terhadap politik sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya hak pilih. Esya mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa keputusan yang dibuat melalui pemilu akan berkaitan dengan kehidupan mereka selama lima tahun berikutnya.
Melalui Sekolah Demokrasi Caruban Nagari, KPU juga menargetkan terbentuknya Agen Demokrasi yang dapat menjadi penggerak pendidikan demokrasi di lingkungan masing-masing. Para agen tersebut akan membuat mini project yang menghubungkan realitas masyarakat dengan konsep demokrasi dan menyebarkannya melalui berbagai bentuk konten.
Dengan penguatan hubungan masyarakat dengan proses demokrasi dan peningkatan pendidikan politik, KPU Kabupaten Cirebon berharap partisipasi masyarakat tidak lagi hanya diukur dari kehadiran di TPS. Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran politik yang lebih kuat sehingga dapat menggunakan hak pilih secara mandiri, rasional, dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....