Kecamatan Lemahabang Dorong Kesetaraan Difabel dalam Kehidupan Masyarakat
- 23 Agt 2026 11:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Perubahan cara pandang terhadap penyandang disabilitas mulai diterapkan Kecamatan Lemahabang melalui pelibatan dalam kegiatan kemasyarakatan. Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati, menilai difabel tidak membutuhkan perlakuan berbeda, melainkan kesempatan untuk berpartisipasi bersama masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan langsung dalam kegiatan desa dan kecamatan dapat membuat difabel merasa haknya diperhatikan secara setara. “Mereka hanya ingin disamakan, disetarakan gitu,” ujarnya kepada RRI, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Baca juga: Desa Inklusi Dorong Kesetaraan Hak Penyandang Disabilitas di Lemahabang
Yuyun menyampaikan hal tersebut setelah dirinya berinteraksi dengan komunitas difabel melalui pendampingan FKDC. Pelibatan itu diwujudkan melalui Karang Taruna, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta upacara pengibaran dan penurunan bendera.
Selama tiga tahun terakhir, penyandang disabilitas di Lemahabang dilibatkan dalam upacara peringatan kemerdekaan bersama masyarakat lainnya. Menurut Yuyun, pola tersebut menjadi cara sederhana untuk menghapus anggapan bahwa difabel hanya membutuhkan bantuan sosial.
Pendekatan inklusif juga diperkuat dengan pendataan penyandang disabilitas agar kebutuhan mereka dapat dimasukkan dalam perencanaan pembangunan. “Yang penting diajak ngobrol bareng,” ucapnya.
Ujar Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati, bahwa komunikasi menjadi langkah penting dalam memastikan kebutuhan difabel diperhatikan pemerintah. Pendataan yang dilakukan bersama FKDC bahkan menemukan jumlah difabel setiap desa mencapai sekitar 50 hingga 60 orang.
Data tersebut membuka pemahaman pemerintah bahwa kelompok difabel memiliki kebutuhan yang perlu diakomodasi melalui kebijakan desa. Pelibatan setara diharapkan membangun masyarakat inklusif yang tidak memandang penyandang disabilitas berdasarkan keterbatasan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....