Bantuan Sarpras Pergaraman Cirebon Dorong Kemandirian Industri Garam Lokal

  • 21 Agt 2026 10:32 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pembangunan sarana dan prasarana pergaraman di Kabupaten Cirebon yang difasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2025 mulai dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas produksi garam lokal. Fasilitas yang diberikan meliputi Gudang Garam Rakyat berkapasitas sekitar 300 ton, Gudang Garam Nasional berkapasitas 2.000 ton, rumah tunnel, geomembran, serta Sea Water Reverse Osmosis atau SWRO untuk mendukung pengembangan industri garam di daerah.

Pembina Mutu Hasil Perikanan DKPP Kabupaten Cirebon, Eka Razak Kurniawan, mengatakan berbagai sarana tersebut diberikan untuk menjawab kebutuhan produksi dan pengelolaan garam di tengah tantangan yang dihadapi petambak. Menurutnya, pembangunan sarana prasarana dilaksanakan secara bertahap sekitar September hingga Desember 2025, sehingga sebagian besar fasilitas baru dapat dimanfaatkan secara optimal pada 2026.

Eka mengatakan bantuan tersebut menjadi penting karena produksi garam Kabupaten Cirebon pada 2025 mengalami penurunan tajam akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung, termasuk curah hujan tinggi dan banjir rob yang menghambat aktivitas petambak. Kondisi tersebut membuat produksi garam yang pada 2024 mencapai sekitar 91.000 ton dan pada 2023 mencapai 116.000 ton, turun menjadi hanya sekitar 12.000 ton pada 2025.

Menurut Eka, salah satu fasilitas yang mulai dirasakan manfaatnya oleh petambak adalah geomembran yang digunakan sebagai alas untuk proses kristalisasi air bahan baku garam. “Geomembran merupakan terpal sebagai alas untuk mengkristalisasi air bahan baku garam, sehingga dihasilkan kristalisasi air garam yang lebih bersih dan lebih cepat,” ujar Eka.

Selain mendukung proses produksi, fasilitas pergudangan juga dinilai membantu petambak menjaga hasil panen agar tidak mengalami kerusakan akibat kondisi lingkungan. Eka mengatakan keberadaan gudang garam memungkinkan hasil produksi disimpan dengan lebih aman, dibandingkan sebelumnya yang kerap diletakkan di sekitar jalan tambak dan berisiko terkena air hingga menyebabkan garam kembali mencair.

Pemanfaatan sarana prasarana tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan volume produksi, tetapi juga memperbaiki kualitas dan efisiensi pengelolaan garam lokal sehingga memiliki daya saing yang lebih baik. Eka mengatakan para petambak saat ini sudah menggelar geomembran bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta mulai menggunakannya untuk kegiatan produksi garam.

“Jadi memang sangat bermanfaat sekali dari bantuan-bantuannya, dan juga dari geomembrannya,” ucap Eka. Ia berharap pemanfaatan fasilitas tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya Kabupaten Cirebon memperkuat produksi garam lokal menuju kemandirian industri garam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....