Lomba Anyaman Bambu di Majalengka Jadi Upaya Jaga Tradisi dan UMKM
- 15 Agt 2026 16:22 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Upaya melestarikan kerajinan anyaman bambu sekaligus mendorong pengembangan UMKM dilakukan melalui Lomba Kreasi Anyaman Bambu di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kompleks Rumah Bambu, Desa Weragati, Kecamatan Palasah, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti 35 peserta dari sejumlah desa di Kabupaten Majalengka. Selain menjadi ajang kreativitas, lomba ini dirancang sebagai kegiatan edukatif dan rekreatif sekaligus bentuk apresiasi bagi para pengrajin anyaman bambu yang masih mempertahankan keterampilannya di tengah perkembangan zaman.
Para peserta mengikuti perlombaan dengan antusias. Mereka menunjukkan kreativitas dalam mengolah bambu menjadi berbagai bentuk karya anyaman.
Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Abid Ubaidillah, anggota DPRD Majalengka sekaligus penggiat UMKM, Andri Suryana, pendamping UMKM naik kelas serta Kang Entus, seniman karinding Majalengka. Dari hasil penilaian, lima peserta ditetapkan sebagai pemenang dan mendapatkan piala serta uang kadeudeuh dari Rumah Zakat.
Juara pertama diraih Saerah dari Desa Bongas Kulon. Juara kedua diraih Yoyoh dari Desa Waringin, disusul Aah dari Desa Waringin sebagai juara ketiga.
Posisi keempat diraih Elan dari Desa Weragati, sedangkan juara kelima diraih Maman dari Desa Tarikolot. Ketua Panitia Hasan Muhamad menyampaikan terima kasih kepada Rumah Zakat, dewan juri, serta para insan kreatif yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap semakin banyak pihak memberikan perhatian dan apresiasi kepada para pengrajin anyaman bambu agar kerajinan tradisional tersebut tidak hilang dan punah akibat perubahan zaman. "Harapannya semakin banyak pihak yang peduli dan mengapresiasi kiprah pengrajin anyaman bambu, jangan sampai dilupakan apalagi dibiarkan punah digerus zaman," ujarnya.
Dukungan terhadap pengembangan potensi lokal juga diberikan Rumah Zakat melalui pendampingan UMKM. Peserta lomba yang terpilih mendapatkan kesempatan menjadi anggota Koperasi Rumah Bambu Weragati.
Produk yang dihasilkan para pengrajin juga berpeluang dipasarkan melalui Galeri Rumah Bambu. Skema tersebut diharapkan dapat membuka akses pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk anyaman bambu.
Melalui kegiatan ini, anyaman bambu tidak lagi sekadar diposisikan sebagai warisan keterampilan tradisional. Lebih dari itu, seni kriya ini didorong menjadi bagian dari potensi ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Majalengka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....