Tekan Stunting, Pemkot Cirebon Perkuat Pemeriksaan Ibu Hamil
- 14 Agt 2026 18:09 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon — Prevalensi stunting di Kota Cirebon pada Semester I Tahun 2026 tercatat sebesar 14,13 persen. Pemerintah Kota Cirebon menilai capaian tersebut masih perlu ditekan melalui penguatan pencegahan dan intervensi terhadap kelompok berisiko.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cirebon, Sutikno mengatakan, angka tersebut diperoleh berdasarkan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu yang dilakukan secara rutin setiap bulan. Data tersebut kemudian diolah melalui aplikasi SIGizi Kesga untuk menggambarkan kondisi stunting di Kota Cirebon.
Menurut Sutikno, angka 14,13 persen masih menjadi perhatian karena berada di atas target yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya percepatan pada sejumlah faktor yang berkaitan dengan pencegahan stunting.
"Angka ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Salah satu yang harus kita lakukan adalah bagaimana ibu-ibu hamil bisa memeriksakan kesehatan di layanan kesehatan, baik yang ada di puskesmas," ujar Sutikno yang dikutip dari press release Pemerintah Kota Cirebon pada Jumat, 13 Agustus 2026.
Ia menjelaskan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah risiko stunting sejak masa kehamilan. Ibu hamil didorong rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas yang menyediakan layanan secara gratis.
Sutikno menyebut pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan secara berkala dengan minimal enam kali kunjungan sesuai ketentuan pelayanan. Selain pemeriksaan kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi ibu selama kehamilan juga menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting.
Upaya pencegahan juga diperkuat melalui pemberian imunisasi kepada anak, termasuk pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS pada Agustus. Sutikno mengajak berbagai pihak, termasuk media, turut memberikan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya imunisasi dan memastikan anak memperoleh imunisasi dasar lengkap.
Ia juga meminta keluarga memastikan seluruh sasaran datang ke posyandu untuk mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara rutin. Dengan pemantauan tersebut, gangguan pertumbuhan maupun persoalan kesehatan pada balita dapat diketahui lebih awal sehingga intervensi dapat segera diberikan.
Sutikno turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui program yang menyasar tiga kelompok prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Dukungan tersebut telah diintegrasikan dengan sasaran program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dikoordinasikan pelaksanaannya di daerah.
"Harapan kita ke depan ini stunting bisa dicegah. Dari para remaja bagaimana meminum konsumsi tablet tambah darah. Begitu juga dari ibu hamil yang memeriksakan kesehatan, juga asupan gizi," ucap Sutikno.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....