GM FKPPI Cirebon Minta Tim Terpadu Cegah Tawuran dan Narkoba

  • 13 Agt 2026 15:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID. Cirebon – Tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba menjadi persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dalam menjaga keamanan dan karakter generasi muda di Kota Cirebon. Penanganannya membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat, organisasi kepemudaan, dan masyarakat secara berkelanjutan.

Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (GM FKPPI) Kota Cirebon, Moh. Dany Jaelani, mengatakan persoalan tersebut merupakan penyakit sekaligus musuh bersama yang tidak dapat ditangani secara parsial. Menurutnya, pemerintah perlu menjadi leading sector dengan melibatkan berbagai pihak untuk menjaga kondusivitas dan mencegah perilaku generasi muda yang menyimpang dari norma hukum maupun agama.

"Tim terpadu ini jangan hanya sekadar seremonial ketika ada kegiatan, tetapi harus menjadi satu kesinambungan untuk mengedukasi dan mengadvokasi generasi muda," ujar Dany dalam program Dialog Cirebon Menyapa edisi Kamis, 13 Agustus 2026.

Baca juga: Pemuda Cirebon Diajak Padukan Teknologi dan Nasionalisme

Dany menilai tim terpadu perlu menjalankan langkah pencegahan secara konsisten, termasuk memberikan edukasi dan advokasi kepada generasi muda. Menurutnya, penanganan persoalan narkoba juga perlu memperhatikan pengguna sebagai korban, sekaligus mencegah peredaran narkotika agar tidak semakin menyasar anak muda.

Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas anak muda pada malam hari dinilai penting untuk mencegah potensi terjadinya tawuran maupun tindak kriminal lainnya. Dany mengingatkan, aktivitas berkumpul yang awalnya positif dapat berubah menjadi negatif apabila tidak mendapat pengawasan yang memadai.

Ia menilai pembatasan aktivitas pelajar pada malam hari yang pernah diterapkan di Kota Cirebon dapat menjadi salah satu langkah preventif. Kebijakan tersebut perlu didukung patroli gabungan secara berkala agar pengawasan di ruang publik dapat berjalan lebih efektif.

"Setidaknya ada patroli gabungan pada jam 21.00 sampai 24.00 ketika ada orang-orang yang berkumpul, berapa pun jumlahnya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Dany berharap pengawasan tersebut dapat dilakukan secara konsisten dan tidak hanya muncul ketika terjadi kasus atau dalam kegiatan seremonial. Sinergi pemerintah, aparat, organisasi kepemudaan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman sekaligus melindungi generasi muda dari tawuran, narkoba, dan berbagai bentuk kriminalitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....