LPK P2BN Cirebon Tekankan Legalitas dan MoU bagi Lembaga Pelatihan
- 11 Agt 2026 12:17 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Peserta pelatihan kerja perlu memastikan legalitas lembaga sebelum mengikuti program pelatihan agar sertifikat yang diperoleh memiliki kekuatan hukum. Selain legalitas, keberadaan kerja sama dengan perusahaan juga dinilai penting untuk memastikan peserta memiliki arah setelah menyelesaikan pelatihan.
Praktisi LPKP2BBN Kota Cirebon, Nono Sasongko, mengatakan masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih lembaga pelatihan kerja. Menurutnya, legalitas formal menjadi salah satu hal utama yang harus diperhatikan sebelum peserta mendaftarkan diri.
"Yang pertama peserta itu semestinya melihat dari legalitasnya dulu, legalitas formal itu nomor satu supaya sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga itu memang betul-betul memiliki kekuatan hukum tetap," ujar Nono kepada RRI Senin, 10 Agustus 2026.
Nono menambahkan, peserta juga perlu mengetahui apakah lembaga pelatihan memiliki nota kesepahaman atau kerja sama dengan perusahaan yang berpotensi menempatkan lulusan. Menurutnya, pelatihan seharusnya tidak berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi memiliki keberlanjutan hingga peserta memperoleh kesempatan untuk bekerja.
Ia menilai seseorang mengikuti pelatihan pada dasarnya tidak hanya bertujuan mendapatkan ilmu atau keterampilan. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta membutuhkan kepastian mengenai langkah berikutnya, terutama peluang untuk memasuki dunia kerja sesuai kompetensi yang telah diperoleh.
Karena itu, Nono mendorong lembaga pelatihan untuk memperbanyak kerja sama dengan dunia industri melalui nota kesepahaman atau MoU. Kerja sama tersebut dapat menjadi dasar dalam menyediakan tempat pemagangan bagi peserta setelah menyelesaikan pelatihan.
"Dari sisi kami, kami sendiri selalu memperbanyak MoU kerja sama dengan industri sehingga nanti pada saat setelah pelatihan peserta sudah ada tempat pemagangannya, dan itu jelas sudah tertuang di dalam MoU," ucapnya.
Nono berharap peserta yang telah mengikuti pemagangan dan memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan industri dapat memperoleh prioritas untuk bekerja. Menurutnya, pola pelatihan yang terhubung dengan pemagangan dan kebutuhan industri dapat memberikan keberlanjutan bagi peserta sekaligus memperbesar peluang penempatan kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....