Disnaker Kota Cirebon Perkuat Adab dan Etos Kerja Peserta saat ikuti Pelatihan

  • 10 Agt 2026 17:11 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kesiapan tenaga kerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga adab, etos kerja, dan kedisiplinan yang menjadi tantangan ketika pencari kerja memasuki lingkungan industri dengan karakter generasi yang berbeda. Karena itu, Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon turut memberikan pembekalan mengenai sikap kerja selama proses pelatihan agar peserta tidak hanya memiliki kompetensi untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu bertahan di dunia kerja.

Instruktur Ahli Pertama Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Vicky Victhoriansyah, mengatakan perbedaan karakter antargenerasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan peserta pelatihan untuk memasuki dunia industri. Hal tersebut juga menjadi bahan komunikasi dengan pihak Human Resources Department atau HRD terkait karakter tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.

“Beda generasi memang beda perlakuan ya, kami beberapa kali ngobrol dengan HRD,” ujar Vicky dalam Dialog Cirebon Menyapa, Senin, 10 Agustus 2026. Ia mengatakan generasi muda juga memiliki kelebihan, salah satunya dari sisi kreativitas yang dapat menjadi modal ketika memasuki lingkungan kerja.

Menurut Vicky, tantangan yang perlu diperkuat adalah bagaimana peserta memahami bahwa kemampuan teknis bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberlangsungan seseorang di tempat kerja. Sikap dalam bekerja, kedisiplinan, dan kemampuan menjaga etika menjadi bagian penting yang terus disampaikan kepada peserta selama mengikuti pelatihan.

“Kompetensi itu membuka peluang, tapi ketika untuk bisa stay adalah adab, etos kerja, dan disiplin kerja,” kata Vicky. Menurutnya, keterampilan dapat membantu seseorang memperoleh kesempatan bekerja, sedangkan sikap dan etos kerja menjadi bagian yang menentukan kemampuan seseorang untuk bertahan di lingkungan perusahaan.

Pembekalan mengenai etos kerja juga dilakukan dengan memanfaatkan pengalaman peserta yang sebelumnya sudah pernah bekerja untuk berbagi pengalaman kepada peserta lain. Peserta dapat mengetahui gambaran lingkungan kerja secara lebih nyata, termasuk memahami bahwa pekerjaan tidak hanya menuntut keterampilan teknis, tetapi juga sikap profesional.

Vicky mengatakan proses berbagi pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran selama pelatihan karena peserta berasal dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Melalui interaksi tersebut, peserta yang belum pernah bekerja dapat memperoleh gambaran mengenai budaya kerja dan sikap yang dibutuhkan ketika nantinya berhadapan dengan senior maupun rekan kerja.

Selain keterampilan dan pengetahuan teknis, pembentukan karakter kerja tersebut diharapkan dapat membantu lulusan pelatihan beradaptasi dengan lingkungan perusahaan yang terdiri dari berbagai kelompok usia dan karakter. Dengan demikian, tenaga kerja yang dihasilkan tidak hanya memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri, tetapi juga memiliki adab, etos kerja, dan kedisiplinan yang mendukung keberlangsungan mereka di dunia kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....