Disnaker Kota Cirebon Terapkan Penilaian Berjenjang dalam Pelatihan Kerja
- 10 Agt 2026 17:01 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon menerapkan sistem penilaian berjenjang dalam pelatihan kerja untuk memastikan peserta tidak sekadar menyelesaikan administrasi pelatihan, tetapi benar-benar menguasai keterampilan sesuai standar kompetensi yang ditetapkan. Penilaian dilakukan melalui pemantauan kemampuan peserta, evaluasi berkala, ujian, hingga uji kompetensi sebagai tahapan sebelum peserta dinyatakan siap memasuki dunia kerja.
Instruktur Ahli Pertama Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Vicky Victhoriansyah, mengatakan sistem penilaian dibuat agar kemampuan peserta dapat diketahui secara bertahap selama mengikuti pelatihan. Setiap kompetensi yang harus dikuasai peserta dipantau menggunakan daftar pemeriksaan atau checklist sehingga instruktur dapat mengetahui perkembangan kemampuan masing-masing peserta.
“Selama pelatihannya supaya tidak hanya di atas kertas. Di kurikulum itu kita ada semacam checklist, sudah sampai sejauh mana peserta sudah memenuhi,” ujar Vicky dalam Dialog Cirebon Menyapa, Senin, 10 Agustus 2026. Menurutnya, mekanisme tersebut penting terutama dalam pelatihan yang membutuhkan kemampuan praktik seperti pengelasan.
Dalam pelatihan pengelasan, peserta diberikan target kemampuan yang harus dicapai pada tahapan tertentu selama proses pembelajaran berlangsung. Setelah melalui beberapa tahap latihan, peserta mengikuti ujian untuk mengetahui apakah kemampuan yang dimiliki sudah memenuhi standar sebelum melanjutkan ke tingkat berikutnya.
“Misalnya satu hari harus bisa apa, kemudian nanti hari ketiga ada semacam ujian, nah nanti ketika ujian itu kita evaluasi,” kata Vicky. Ia menjelaskan, peserta yang belum memenuhi target akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan perbaikan atau remedial hingga kemampuan yang dipersyaratkan dapat dicapai.
Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi sebagai proses untuk memastikan peserta benar-benar memiliki kemampuan sesuai standar yang ditetapkan. Menurut Vicky, mekanisme evaluasi secara bertahap memungkinkan instruktur mengetahui kekurangan peserta lebih awal sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum memasuki tahap akhir pelatihan.
“Kalau misalnya yang lulus berarti bisa lanjut ke tingkatan yang lebih tinggi, kalau yang belum berarti nanti harus remedi hingga supaya pada saat di akhirnya kan ada uji kompetensi,” ucap Vicky. Ia berharap hasil uji kompetensi dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan meningkatkan peluang mereka terserap langsung ke dunia kerja.
Vicky menambahkan, keberhasilan pelatihan juga membutuhkan komitmen dari peserta untuk menyelesaikan seluruh tahapan yang telah ditetapkan. Ia berharap peserta memiliki kemauan untuk meningkatkan kualitas diri dan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan sebagai upaya memperbaiki kondisi ekonomi diri sendiri maupun keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....