Pemkab Majalengka Kirim 100 Siswa Miskin Kuliah sambil Kerja di Jepang
- 06 Agt 2026 18:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memasuki babak baru. Di tengah ikhtiar menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Majalengka resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB), Kamis (6/8/2026).
Penandatanganan kesepakatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegrasi dengan agenda pembangunan daerah berkelanjutan. Lebih dari sekadar seremoni, kolaborasi ini dirancang sebagai jembatan nyata bagi generasi muda Majalengka untuk menembus batas, bahkan hingga ke negeri Sakura.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari program unggulan 'Satu Desa Satu Sarjana', yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengentaskan kemiskinan secara sistematis.
"Program ini menyasar masyarakat pada desil 1 hingga 4. Mereka tidak hanya mendapatkan bantuan biaya kuliah, tetapi juga memiliki peluang untuk bekerja di Jepang sambil menempuh pendidikan," ujar Bupati Eman Suherman.
Menurutnya, skema kuliah sambil kerja di Jepang menjadi solusi komprehensif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di sektor pendidikan dan daya beli masyarakat. Dengan peluang pendapatan yang lebih tinggi, diharapkan terjadi akselerasi kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Untuk tahap awal, Pemkab Majalengka menargetkan sebanyak 100 siswa dari keluarga kurang mampu dapat mengikuti program ini pada tahun 2026. Mereka akan diprioritaskan dari kelompok masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, sebagai bagian dari strategi intervensi langsung terhadap kemiskinan.
"Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, tetapi juga mendongkrak rata-rata lama sekolah di Majalengka yang saat ini masih berada di angka 7,81 tahun," katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Teknologi Bandung, Muhammad Naseer, menjelaskan bahwa peserta program akan mendapatkan pembekalan intensif sebelum diberangkatkan ke Jepang. Pelatihan tersebut mencakup bahasa, budaya, serta keterampilan kerja selama enam bulan.
"Selama masa pelatihan, peserta sudah dihitung sebagai menjalani perkuliahan. Setelah itu, dalam waktu sekitar dua bulan, mereka ditargetkan bisa berangkat ke Jepang untuk bekerja sambil melanjutkan studi," ucap Naseer.
Ia menambahkan, peluang ekonomi yang ditawarkan program ini cukup menjanjikan. Para peserta yang telah bekerja di Jepang diperkirakan dapat memperoleh penghasilan rata-rata di atas Rp20 juta per bulan, ditambah bonus tahunan.
Kolaborasi antara Pemkab Majalengka dan UTB ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan daerah tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada investasi manusia. Dari desa-desa yang sederhana, kini terbuka jalan menuju panggung global, sebuah transformasi yang berangkat dari pendidikan, kerja keras, dan keberanian bermimpi lebih jauh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....