Babinsa Majalengka Bangun Sarana Air Bersih saat Kekeringan Melanda Warga

  • 06 Agt 2026 12:54 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Musim kemarau yang perlahan mengeringkan sumber-sumber air di pedesaan menjadi ujian nyata bagi warga Desa Kedung Kencana, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Di tengah situasi tersebut, sebuah inisiatif lahir bukan dari program besar, melainkan dari kepekaan seorang aparat teritorial yang melihat langsung denyut kesulitan masyarakat.

Peltu Dedi Suryadi, Babinsa Desa Kedung Kencana dari Koramil 1713/Ligung, Kodim 0617/Majalengka, menggerakkan warga setempat untuk membangun sarana penyediaan air bersih. Aksi gotong royong ini menjadi langkah konkret dalam mengatasi dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.

Suasana kebersamaan tampak di sudut desa. Warga dari berbagai blok turun tangan dalam satu tujuan: memastikan air tetap mengalir di tengah musim yang kian kering.

Di bawah terik matahari, mereka bergotong royong membangun tempat penampungan air bersih yang berlokasi sekitar satu kilometer dari permukiman. Lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan sumber air tanah yang dinilai masih stabil, sehingga dapat menjadi tumpuan kebutuhan warga selama kemarau berlangsung.

Peltu Dedi Suryadi menuturkan inisiatif ini muncul dari keprihatinannya saat melihat langsung kondisi warga di lapangan. Ia menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat mulai kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih.

"Kami ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses air bersih. Dengan gotong royong, solusi bisa dihadirkan bersama," ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.

Lebih dari sekadar fasilitas darurat, sarana tersebut menjadi simbol ketahanan desa. Air yang ditampung dapat diakses secara gratis oleh seluruh warga yang membutuhkan.

Sumber airnya pun telah terdaftar di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta melalui uji kualitas di laboratorium di Bandung, sehingga dinyatakan layak untuk digunakan. Inisiatif ini menunjukkan mitigasi bencana tidak selalu menunggu kebijakan besar. Dari tingkat desa, kolaborasi sederhana mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.

Di tengah ancaman kekeringan yang kerap berulang setiap tahun, langkah kecil ini menjelma menjadi harapan besar. Gotong royong yang terbangun tidak hanya menghadirkan air, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial sebagai fondasi ketahanan masyarakat menghadapi krisis air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....