RAPBD Majalengka 2027 Tembus Rp 3,2 Triliun
- 30 Sep 2026 20:47 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Pemerintah Kabupaten Majalengka menyiapkan anggaran pembangunan yang lebih besar pada 2027. Dalam Rancangan APBD (RAPBD) 2027, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp3,205 triliun, naik 7,22 persen dibandingkan APBD murni 2026 sebesar Rp2,989 triliun.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada belanja modal. Pos anggaran yang berkaitan dengan pembangunan dan pengadaan sarana-prasarana tersebut dirancang mencapai Rp379,488 miliar, melonjak 79,69 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp211,189 miliar.
Rancangan tersebut disampaikan Bupati Majalengka Eman Suherman dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka di Gedung DPRD Majalengka, Rabu (30/9/2026). Dalam rapat yang sama, Bupati juga menyampaikan Raperda Perubahan APBD Kabupaten Majalengka Tahun Anggaran 2026.
Menurut Eman, peningkatan belanja modal menunjukkan adanya ruang fiskal yang lebih besar untuk mendukung pembangunan serta penyediaan infrastruktur dan sarana pelayanan publik.
"APBD harus mampu menjadi instrumen pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Eman.
Di sisi pendapatan, Pemkab Majalengka memproyeksikan pendapatan daerah 2027 mencapai Rp3,059 triliun, meningkat 2,85 persen dibandingkan APBD murni 2026 sebesar Rp2,974 triliun.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp733,193 miliar, naik 8,89 persen dibandingkan 2026 sebesar Rp673,336 miliar.
Target PAD tersebut berasal dari pajak daerah Rp279,464 miliar, retribusi daerah Rp434,421 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp9,110 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp10,196 miliar.
Sementara pendapatan transfer diproyeksikan sebesar Rp2,326 triliun, terdiri atas transfer pemerintah pusat Rp2,201 triliun dan transfer antar daerah Rp124,988 miliar.
Total belanja daerah dalam RAPBD 2027 dirancang sebesar Rp3,205 triliun. Komposisinya meliputi belanja operasi Rp2,326 triliun, belanja modal Rp379,488 miliar, belanja tidak terduga Rp18 miliar, serta belanja transfer Rp482,076 miliar.
Lonjakan belanja modal menjadi salah satu poin penting dalam rancangan anggaran tersebut karena porsinya meningkat hampir 80 persen dibandingkan 2026.
Dengan struktur tersebut, RAPBD 2027 tidak hanya diarahkan untuk membiayai belanja rutin pemerintahan, tetapi juga memberikan ruang lebih besar bagi pembangunan aset dan infrastruktur daerah.
Untuk pembiayaan, penerimaan pembiayaan dirancang sebesar Rp155,431 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp9,301 miliar.
Sebelum menyampaikan RAPBD 2027, Bupati Eman memaparkan perkembangan APBD 2026 hingga akhir Agustus.
Pendapatan daerah telah terealisasi Rp1,950 triliun atau 65,56 persen dari target APBD murni 2026 sebesar Rp2,974 triliun. Sementara realisasi belanja mencapai Rp1,627 triliun atau 54,42 persen dari target Rp2,989 triliun.
Eman menyebut realisasi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menyusun rancangan anggaran 2027.
Di sisi lain, dalam Raperda Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah setelah perubahan diproyeksikan sebesar Rp2,842 triliun, turun 4,46 persen dari target awal. Sementara belanja meningkat menjadi Rp3,152 triliun atau naik 5,44 persen.
Defisit sebesar Rp310,513 miliar ditutup melalui pembiayaan neto dengan nilai yang sama.
Eman berharap pembahasan RAPBD 2027 bersama DPRD dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang tepat sasaran, efektif dan transparan, sekaligus memperkuat pembangunan serta pelayanan publik di Kabupaten Majalengka.
"Pembahasan APBD bukan hanya berkaitan dengan angka-angka anggaran, tetapi merupakan bagian penting dalam menentukan arah pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....