Pegawai Dinkes Diduga Terlibat Penipuan MBG, Korban Datangi Polres Majalengka
- 04 Agt 2026 19:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Langkah kaki itu terdengar tegas di halaman Polres Majalengka. Di bawah terik matahari, Ammer Mourad R bersama keluarganya datang bukan sekadar mencari kepastian, melainkan keadilan atas kerugian yang nyaris menyentuh Rp700 juta.
Kasus dugaan penipuan yang menyeret oknum pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka terkait suplai bahan baku program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki fase krusial. Setelah laporan dilayangkan sejak Maret 2026, korban kembali mendatangi kepolisian untuk mempertanyakan perkembangan penanganan perkara.
"Kami datang untuk menindaklanjuti sejauh mana prosesnya. SP2HP sudah kami terima, termasuk bukti laporan. Kami berharap ada kejelasan," ujar Ammer kepada wartawan, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ammer mengungkapkan, kasus bermula pada 24 Februari 2026 saat dirinya ditawari kerja sama penyediaan bahan baku untuk dapur MBG di sejumlah titik. Dalam praktiknya, bisnis tersebut sempat berjalan selama lebih dari tiga bulan tanpa kendala, bahkan terlihat profesional dengan sistem pengiriman rutin dan pencatatan transaksi. Namun, kenyataan berbalik di penghujung bulan keempat.
"Awalnya semua terlihat normal. Tapi kemudian pelaku mengakui bahwa dapur MBG yang ditawarkan itu fiktif," ucapnya.
Selama kurun waktu sekitar 3,5 bulan, korban terus melakukan transfer dana secara bertahap berdasarkan nota pembelian bahan baku yang disiapkan pelaku. Belakangan diketahui, dana tersebut diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya.
| Baca juga: SAR Temukan Nelayan Diduga Terjatuh |
"Pengakuannya, uang itu sudah habis dipakai untuk kepentingan pribadi," kata Ammer.
Kecurigaan semakin menguat setelah korban menelusuri aliran dana. Dari bukti transaksi, ditemukan indikasi bahwa dana tidak hanya berhenti pada satu pihak. Kakak korban, Wafa Silvana Husein, menyebut adanya dugaan keterlibatan pihak lain yang juga berkaitan dengan lingkungan Dinas Kesehatan.
"Kami melihat dari mutasi rekening, ada aliran dana ke pihak lain. Ini yang membuat kami menduga tidak hanya satu pelaku," ujar Wafa.
Menurutnya, seluruh bukti transaksi telah diserahkan kepada penyidik. Namun hingga kini, pihak yang diduga menerima aliran dana tersebut belum dipanggil untuk dimintai keterangan.
"Kami berharap polisi segera memanggil pihak-pihak terkait. Bukti transfer sudah jelas," katanya menegaskan.
Kasus ini sendiri telah dilaporkan ke kepolisian sejak 10 Maret 2026 (laporan pengaduan), sebelum meningkat ke laporan polisi (LP) pada 6 Juli 2026. Selain itu, korban juga telah melaporkan oknum pegawai tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dan BKPSDM Kabupaten Majalengka mengingat statusnya sebagai PPPK.
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran dana korban sulit dilacak, mengingat sejak awal rekening terduga pelaku diduga tidak menyimpan saldo dan dana langsung dialihkan ke pihak lain. Sementara itu, pihak kepolisian disebut masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri keberadaan dapur MBG yang disebut-sebut dalam transaksi serta mengumpulkan keterangan tambahan dari berbagai pihak.
Bagi korban, kasus ini bukan sekadar kerugian materi. Di balik angka ratusan juta rupiah, tersimpan kepercayaan yang runtuh dan harapan agar hukum benar-benar ditegakkan tanpa kompromi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....