Ketua IBI Kota Cirebon Jelaskan Bayi Baru Lahir Tak Perlu Langsung Banyak Minum ASI

  • 03 Agt 2026 12:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Persepsi keliru mengenai pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi baru lahir masih ditemukan di tengah masyarakat. Salah satunya adalah anggapan bahwa tangisan bayi selalu menandakan kekurangan ASI sehingga perlu segera diberikan susu formula.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Cirebon, Oom Jamiatu Rokhmah, SST., M.Kes mengatakan, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena kebutuhan ASI bayi baru lahir masih sangat sedikit. Pada masa awal kehidupan, bayi cukup memperoleh kolostrum yang sesuai dengan kebutuhan nutrisinya.

"Pada saat baru lahir mereka hanya butuh ASI kolostrum. Belum ada patokan berapa jam sekali, nanti setelah produksi ASI lancar baru pemberiannya mengikuti kebutuhan bayi," ucap Oom dalam program Dialog Cirebon Menyapa edisi Senin, 3 Agustus 2026.

Oom menjelaskan, pemberian ASI pada hari-hari pertama tidak harus mengikuti jadwal tertentu. Ibu dapat menyusui bayi kapan saja saat bayi menunjukkan tanda lapar atau membutuhkan ASI.

Ia menambahkan, tangisan bayi juga tidak selalu disebabkan oleh rasa lapar. Orang tua perlu memastikan lebih dahulu penyebab bayi menangis, seperti popok yang basah, merasa kepanasan, atau kondisi lain sebelum menyimpulkan bayi kekurangan ASI.

"Hari pertama bayi hanya membutuhkan sekitar 5 sampai 7 mililiter setiap kali minum. Memasuki hari ketujuh kebutuhannya meningkat menjadi sekitar 45 sampai 60 mililiter per minum dengan frekuensi 8 sampai 12 kali sehari atau sekitar dua jam sekali," katanya.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan ASI merupakan proses yang berlangsung secara bertahap seiring bertambahnya usia bayi dan semakin lancarnya produksi ASI ibu. Karena itu, orang tua tidak perlu khawatir apabila bayi hanya menyusu dalam jumlah sedikit pada hari-hari pertama setelah lahir.

IBI Kota Cirebon mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru memberikan susu formula hanya karena bayi sering menangis. Pemahaman yang tepat mengenai pola menyusui diharapkan dapat mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....